obama netanyahuWashington DC, LiputanIslam.com — AS dikabarkan terus memata-matai Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, sejumlah pejabat National Security Agency mengatakan seperti dilaporkan Wall Street Journal (WSJ), Selasa (28/12).

Menurut laporan tersebut tindakan mata-mata yang dilakukan AS itu dilakukan atas dasar ‘kepentingan nasional yang mendesak’, dan Presiden Barack Obama secara pribadi memonitor Netanyahu.

Laporan itu bertentangan dengan pernyataan Obama dua tahun lalu bahwa AS akan menghentikan tindakan mata-mata terhadap pimpinan negara-negara sahabat. Namun Netanyahu tampaknya masih menjadi pengecualian, demikian Press TV menyebutkan, mengutip laporan tersebut, Rabu (29/12).

Dalam kasus Netanyahu, tulis WSJ, Washington khawatir bahwa Israel memonitor langkah-langkah AS dalam negosiasi program nuklir Iran.

​Pada tahun 2013, mantan konsultan NSA, Edward Snowden membongkar tindakan AS dalam mematai-matai negara-negara sahabat AS yang memicu ketegangan dengan negara-negara tersebut. Untuk mengurangi ketegangan, pada Januari 2014 Obama mengumumkan bahwa AS akan menghentikan aksinya memata-matai pemimpin negara-negara sahabat.

AS telah membuat daftar pemimpin negara-negara sahabat yang tidak boleh dimata-matai, di antaranya Presiden Perancis François Hollande, Kanselir Jerman Angela Merkel, pada pejabat dan pemimpin negara-negara NATO. Namun Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, tidak termasuk dalam daftar itu. Demikian laporan itu menyebutkan.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL