Washington, LiputanIslam.com—Sebuah laporan yang dirilis oleh Thomson Reuters Foundation pada Selasa (26/6/18) menunjukkan bahwa AS adalah salah satu dari 10 negara paling berbahaya bagi perempuan, akibat tingginya angka kejahatan seksual.

Hasil ini berdasarkan survei kepada hampir 550 ahli isu perempuan dari berbagai profesi—termasuk pekerja kesehatan, akademisi, dan jurnalis.

AS terdaftar sebagai negara ke-10 paling berbahaya bagi perempuan, di belakang Arab Saudi, Afghanistan, Somalia, dan negara lainnya.

“AS terdaftar sebagai negara ke-10 paling berbahaya bagi perempuan, satu-satunya negara Barat yang masuk ke peringkat 10 besar,” sebut oleh Thomson Reuters Foundation.

Ketika para ahli ditanya “negara mana yang paling berbahaya bagi perempuan dalam hal kejahatan seksual, termasuk pemerkosaan, pelecehan seksual, pemaksaan seks, dan ketidakadilan dalam kasus perkosaan?”,  Amerika masuk peringkat ke-3.

AS juga masuk peringkat ke-6 untuk kejahatan non-seksual, seperti kekerasan rumah tangga dan siksaan psikologis.

“Kita mencoba membanggakan diri bahwa kita adalah negara yang bebas dan aman, tapi ada banyak warga kita yang tidak aman, dan korban kejahatan seksual dan kekerasan rumah tangga jelas-jelas terjadi di sini,”  kata Abby Honold, seorang korban kejahatan seksual dan aktivis dari Minneapolis, dalam wawancara dengan Thomson Reuters Foundation. (ra/mintpress)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*