as kubaWashington DC, LiputanIslam.com — Kuba dan Amerika Serikat secara resmi membuka kembali hubungan diplomatik, Senin (20/7), ditandai dengan pembukaan kembali kedutaan besar masing-masing di kedua negara.

Perubahan itu terjadi setelah AS menyadari bahwa kebijakannya mencoba melakukan perubahan melalui sanksi yang sangat ketat bagi negara komunis Kuba telah gagal. Sebaliknya, berhubungan langsung dengan Havana dianggap merupakan cara yang lebih baik untuk mendorong demokrasi dan kemakmuran.

Untuk pertamakali sejak 1961, bendera Kuba pun berkirar di gedung Kudutaan Besar Havana yang baru dipugar di Washington yang letaknya berdekatan dengan Gedung Putih.

Bendera garis-garis dengan bintang-bintang putih di dalam segitiga dan garis-garis biru menjadi salah satu dari jajaran bendera-bendera sedunia yang menghiasi gerbang masuk ibukota negara AS yang berlantai marmer.

Setelah serangkaian perundingan di Havana dan Washington, pemulihan hubungan diplomatik bisa dilakukan dalam waktu tujuh bulan kemudian.

Kuba menghendaki AS sebagai mesin ekonomi untuk mengatasi kerumitan ekonominya dan berharap dapat menarik modal asing lebih banyak serta meningkatkan sumber daya manusia untuk diperbaiki dari model sosialis, tetapi tanpa mengubah kebijaksanaan politik.

Salah satu masalah terbesar dalam pertikaian adalah Hak Asasi Manusia, dimana Washington menekankan pentingnya kebebasan berpendapat, juga masalah agama dan media di negara kepulauan Karibia itu.

Demikian seperti dilansir Antara, Selasa (21/7).(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL