militer korsel asSeoul, LiputanIslam.com — Pemerintah Korsel dan AS mengumumkan latihan perang bersama yang akan digelar tanggal 2 Maret mendatang. Korea Utara (Korut) yang marah dengan rencana itu menyebutnya sebagai ‘latihan’ untuk melakukan invasi ke Korut.

Latihan bersandi ‘Key Resolve’ dan’Foal Eagle’ tersebut disebut Korut dan AS bersifat defensif meski tetap saja memicu ketegangan baru dengan Korut.

‘Kay Resolve’ sebagian besar berbentuk sumulasi komputer dan akan berlangsung selama 12 hari. Sedangkan ‘Foal Eagle’ yang lebih nyata akan berlangsung selama 8 minggu. Demikian seperti dilansir BBC News, Selasa (24/2) petang.

Latihan ‘Foal Eagle’ akan melibatkan puluhan ribu personil militer, melibatkan kekuatan-kekuatan udara, air dan darat.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan Komando Gabungan Korsel-AS di Korea, Korut telah mendapatkan informasi mengenai latihan-latihan perang tersebut.

AS menempatkan ribuan pasukan di Korsel sejak terjadinya Perang Korea awal tahun 1950-an. Perang tersebut hanya dihentikan dengan perjanjian gencatan senjata tanpa disusul dengan perundingan perdamaian,  sehingga secara teknis kedua Korea dan AS masih terlibat perang.

Pada bulan Januari lalu Korut menawarkan penghentian ujicoba nuklirnya jika latihan-latihan perang itu dibatalkan. AS menolak tawaran itu dan menyebutnya sebagai ‘ancaman terselubung’.

Korut telah melakukan tiga kali ujicoba nuklirnya pada tahun 2006, 2009 dan 2013. Sejak tahun 2009 perundingan tentang program nuklir Korut dengan AS dan beberapa negara berpengaruh lainnya mengalami jalan buntu.

Pada tahun 2013 Korut mengancam akan melakukan serangan nuklir pendahuluan dan memutuskan hubungan telepon online antar militer kedua negara, setelah Korsel dan AS menggelar latihan militer gabungan.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL