uss george bushWashington, LiputanIslam.com — AS akan mengirimkan kapal induk bertenaga nuklir USS George H.W. Bush (CVN-77) ke Irak untuk membantu pemerintah Irak menghadapi ancaman kelompok militan wahabi ISIS di tengah-tengah tuduhan ketidak seriusan Presiden Obama.

Pernyataan pengiriman kapal induk tersebut disampaikan jubir kementrian pertahanan AS Rear Adm. John Kirby di Washington, Sabtu (14/6).

“Kehadirannya akan memberikan tambahan fleksibilitas jika langkah militer diperlukan untuk melindungi nyawa warga Amerika dan kepentingan Amerika di Irak,” kata Kirby.

Kapal induk USS George H.W. Bush (CVN-77) adalah kapal induk kelas Nimitz ke-10 atau yang terakhir yang diproduksi AS. Diberi nama sesuai presiden ke 41 George H. W. Bush yang baru saja merayakan ulang tahun ke-90 dengan terjun payung minggu lalu.

Sesuai dengan kapal-kapal induk sekelasnya, USS George H.W. Bush berbobot lebih dari 100.000 ton dan mampu berlayar hingga kecepatan 30 knot atau lebih dari 50 km/jam. Dalam operasinya kapal berharga lebih dari Rp 60 triliun ini mampu mengangkut hingga 90 pesawat terbang dan helikopter.

Sementara dalam pernyataan yang disampaikan hari Jumat (13/6) Presiden Barack Obama mengatakan bahwa AS “tidak akan mengirimkan pasukan ke Irak”, namun ia akan mempertimbangkan berbagai pilihan lainnya dalam beberapa hari mendatang.

“Ini bukan sesuatu yang bisa diwujudkan dalam waktu semalam,” kata Obama sembari menekankan bahwa bantuan jangka pendek dari AS tidak akan berarti bila pemerintah Irak tidak mengatasi masalah internal.

Tekanan-tekanan kepada pemerintah AS untuk memberikan bantuannya kepada Irak terus meningkat dengan para politisi partai Republik menyalahkan Obama yang telah menarik seluruh pasukan AS dari Irak tahun 2011.

Senator republikan John McCain menyerukan “langah drastis” untuk membalikkan ekspansi kelompok militan di Irak. Ia juga mendesak Obama untuk memecat tim keamanan-nya yang dianggap gagal. Sementara Senator John Boehner menyebut Obama tengah “tidur siang” saat militan berbaris menuju Baghdad.

Menjelang penarikan pasukan AS, pemerintah Irak telah menyetujui ditinggalkannya sebagian pasukan AS. Namun perbedaan pendapat tentang hak impunitas personil militer membuat Irak membatalkan persetujuannya tentang keberadaan pasukan AS.(ca/cnn)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL