as khawatir cinaWashington DC, LiputanIslam.com — Kepala Badan Inteligen AS menyebut Cina telah memajukan pos penjagaan di Laut Cina Selatan, mengindikasikan Cina sangat bernafsu untuk menguasai wilayah-wilayah yang menjadi sengketa dengan negara-negara tetangganya dengan mengabaikan kestabilan dan keamanan di kawasan itu.

Berbicara di depan Komisi Militer Senat, Kamis (26/2), Direktur National Intelligence, James Clapper, menyatakan kekhawatirannya atas aktivitas Cina di Laut Cina Selatan dengan mereklamasi beberapa pulau karang untuk diubahnya sebagai pos-pos penjagaan. Hal itu dianggap akan memicu ketegangan lebih serius di kawasan tersebut. Demikian seperti dilaporkan The Associated Press dan dilansir Press TV, Jumat (27/2) petang.

“Meski Cina berusaha menjalin hubungan yang stabil dengan AS, mereka menciptakan ketegangan regional dalam mengejar kepentingannya, khususnya dalam isu-isu kedaulatan maritim,” kata Clapper.

Sementara itu Senator dari Arizona sekaligus ketua komisi, John McCain, menunjukkan gambar satelit yang menunjukkan adanya reklamasi oleh Cina atas pulau karang Gaven Reef di Kepulauan Spratly, dimana Cina menempatkan pasukan sejak tahun 2003.

McCain mengatakan bahwa ekspansi Cina disana akan memungkinkan Cina menempatkan persenjataan berat, termasuk rudal-rudal anti pesawat dan anti-kapal.

Lebih jauh Clapper menyebut tindakan Cina di Laut Cina Selatan serta aktifitas pengeboran minyak di wilayah konflik telah menjadi ‘kecenderungan yang mengkhawatirkan’.

Tahun lalu Cina terlibat konflik dengan Vietnam setelah menempatkan fasilitas pengeboran minyak lepas pantai di Pulau Paracel yang juga diklaim sebagai wilayah Vietnam.

Sementara itu, menanggapi kekhawatiran AS, Jubir Kemenlu Cina Hong Lei mengatakan, Jumat (27/2), bahwa aktifitas Cina di Laut Cina Selatan adalah ‘legal, legitimet, dan bisa difahami’, dan Cina telah menunjukkan sikap ‘menahan diri dan bertanggungjawab’.

Cina mengklaim seluruh wilayah Laut Cina Selatan sebagai wilayah teritorialnya. Sementara negara-negara tetangga seperti Filipina, Jepang, Vietnam, Taiwan, Malaysia, Brunei Darussalam hingga Indonesia juga mengklaim sebagian wilayah itu sebagai wilayah mereka.

Cina juga mengecam kebijakan AS yang dianggap campur tangan dalam konflik wilayah tersebut, terutama dengan kehadiran kapal-kapal perang AS di negara-negara sekutunya di kawasan itu. Sementara AS berdalih negaranya berhak untuk menjaga keamanan wilayah tersebut.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL