Washington, LiputanIslam.com–Direktur FBI James Comey pada Senin lalu mengonfirmasikan kepada publik bahwa FBI resmi melakukan investigasi atas dugaan intervensi Rusia dalam pemilihan presiden AS. Namun, meski tuduhan tersebut nantinya terbukti benar, dokumen dari pemerintah AS mengungkapkan bahwa AS sendiri telah mengintervensi pemilu di negara asing sebanyak 81 kali.

81 interfensi pemilu oleh AS tercatat dilakukan selama tahun 1964 sampai 2000, dengan sepertiga diantaranya dilakukan secara terang-terangan.

Peneliti dari Institut Politik dan Strategi Universitas Carnegie Mellon, Dov Levin, membicarakan intervensi pemerintah AS ini dengan kantor berita NPR. Levin mengatakan,

“Salah satu contohnya adalah intervensi AS di pemilu presiden Serbia, Yugoslavia pada tahun 2000. Slobodan Milosevic mencalonkan diri kembali di pemilu tersebut, dan pemerintah AS tidak mau dia kembali berkuasa karena kecenderungannya untuk menjatuhkan Balkans karena kasus HAM mereka.

Jadi AS menginterfensi dengan berbagai cara untuk memenangkan kandidat lainnya, Vojislav Kostunica. AS mendanai kampanye dan memberikan pelatihan kepadanya, dan berdasarkan perkiraan saya, bimbingan seperti itu krusial dalam memenangkan pihak oposisi.”

Levin juga menjelaskan cara-cara lebih ekstrem yang dilakukan AS seperti menciptakan kudeta di tengah rakyat suatu negara.

Levin menambahkan, meski Rusia dan negara kuat lainnya secara umum melakukan taktik interfensi yang sama, AS termasuk paling hebat dalam mengupayakan pengaruh mereka dalam pemilu negara-negara dunia.

Ketika politisi AS terus menerus mengecam Rusia, mereka lupa bahwa pada tahun 1996, AS pernah melakukan operasi rahasia untuk memastikan Bosris Yeltsin berkuasa di Rusia. (ra/mintpress)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL