Washington, LiputanIslam.com—Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo mengatakan, Korea Utara harus melakukan langkah “yang tak dapat diubah” dalam penghapusan program senjata nuklir, sama seperti yang dilakukan Libya pada 2003.

Dalam wawancara dengan ABC News pada Minggu (28/4/18), Pompeo, yang baru bertemu Kim Jong-un di Pyongyang sebagai direktur CIA pada awal bulan ini, mengatakan bahwa terdapat “kesempatan riil”  untuk perjanjian denuklirisasi antara Presiden Trump dan pemimpin Korut ketika mereka bertemu bulan depan.

“Kami akan mewajibkan langkah-langkah yang mendemonstrasikan denuklirisasi,” tegasnya.

Dalam kesempatan lain, Penasihat Keamanan Nasional AS, John Bolton, mengatakan dalam wawancara berbeda dengan Fox News bahwa perjanjian penghapusan program senjata pemusnah massal Libya pada 2003 dapat dijadikan model dalam negosiasi Korea Utara.

Pemimpin Libya, Muammar Gaddafi, setuju menghentikan program senjata agar sanksi Barat atas negaranya dapat dicabut. Pada saat itu, penyelidik internasional dari AS dan Inggris memverifikasi bahwa Gaddafi betul-betul mengikuti perjanjian itu.

“Kami memiliki model [perjanjian] seperti Libya dari 2003 sampai 2004. Terdapat perbedaan tentu saja. Program Libya lebih kecil, namun itu pada dasarnya perjanjian yang kami buat,” kata Bolton.

Pemerintah Korut berencana menutup situs senjata nuklir mereka pada bulan Mei.

Mereka juga akan memberikan akses kepada penyelidik Korsel dan AS serta media untuk mengontrol proses tersebut. (ra/rt)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL