Dmitry Peskov

Moscow, LiputanIslam.com—Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov mengatakan, AS mencoba menghancurkan Rusia dengan menuduh bahwa Kremlin melakukan interfensi dalam pemilu presiden AS pada 2016 lalu. Hal itu ia katakana dalam wawancara dengan CNN, Sabtu (12/03/2017).

Peskov mengeluhkan bahwa pihak mereka tidak pernah bekerjasama atau melakukan komunikasi serius dengan Presiden Donald Trump selama kampanyenya.

“Fakta bahwa Rusia dihancurkan dengan cara tersebut terlihat aneh bagi kami.” kata Peskov.

Dia menambahkan, AS mempermalukan diri mereka sendiri dengan mengklaim bahwa negara asing mampu menginterfensi pemilu.

AS adalah “negara yang besar, negara nomor satu, dan yang paling kuat di dunia, dengan tradisi politik yang sangat, sangat stabil. [Namun] Anda mengatakan bahwa sebuah negara [asing] dengan mudahnya dapat mengintervensi dan mempengaruhi proses pemilihan AS. Itu sangat tidak mungkin.” katanya.

Rusia, ujarnya, tidak melihat bukti apapun atas tuduhan yang diberikan agensi intelijen AS tersebut.

Badan intelijan CIA sebelumnya mengumumkan bahwa Rusia melakukan intervensi dalam pemilu AS pada tanggal 8 November 2016 lalu untuk membantu Donald Trump memenangkan pemilu.

Mengutip kesimpulan CIA, media AS menulis bahwa tindakan Rusia itu merusak kepercayaan dalam sistem pemilu AS. Dalam Washington Post, badan intelijen AS telah mengidentifikasi individu-individu yang meretas email Komite Nasional Demokrat (DNC) dan ketua tim kampanye Hillary Clinton.

Para peretas email yang ribuan dokumennya dibocorkan WikiLeaks, lanjut laporan itu, terkoneksi dengan pemerintah Rusia yang dipimpin Presiden Vladmir Putin.

Para pejabat AS juga menggambarkan para hacker peretas email tersebut bagian dari operasi luas Rusia untuk mendukung Trump dan mencegah potensi Hillary Clinton untuk menangkan pemilu.

Sementara itu, Trump menegaskan bahwa dia tidak yakin jika Rusia berada di balik serangan cyber terhadap DNC dan ketua tim kampanye Hillary. Tim transisi Trump sudah mengeluarkan pernyataan atas kasus ini. ”Klaim campur tangan asing dalam pemilu AS pada hari Jumat  tidak secara langsung mengatasi masalah ini,” bunyi pernyataan tim transisi Trump.

Pendiri WikiLeaks Julian Assange juga telah mengatakan dalam sebuah wawancara televisi bahwa pemerintah Rusia bukanlah sumber dari bocoran email DNC yang dibocorkan. (ra/)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL