Washington, LiputanIslam.com—Pemerintah AS akhirnya menunda program latihan militer bersama dengan Korea Selatan demi memfasilitasi upaya denuklirisasi oleh Korea Utara.

Langkah ini dilakukan tak lama setelah pertemuan bersejarah antara Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korut Kim Jong-un di Singapura.

“Latihan militer utama telah ditangguhkan sampai waktu yang tidak ditentukan di semananjung Korea,” kata seorang pejabat AS kepada AFP pada Kamis (14/6/18).

AS dan Korsel telah lama menggelar latihan militer bersama yang dianggap oleh Korut sebagai ancaman invasi atas negara mereka.

Menurut laporan, pasukan militer AS dan Korsel melakukan latihan atas segala hal, dari pendaratan pantai, latihan invasi, sampai latihan serangan militer kepada pemerintah Korut.

Pada hari pertemuan dengan Kim Jong-un, Donald Trump pada Selasa (12/6/18) sudah menyatakan bahwa AS akan menghentikan “permainan perang” dengan Korsel.

“Permainan perang ini sangat mahal, kami membayar atas mayoritas dari itu,”  aku Trump. “Di bawah situasi negoasiasi ini… Saya pikir tidaklah layak kita melanjutkan permainan perang,”

Sampai saat ini, AS masih memiliki sekitar 28.500 personel militer yang bermarkas di Korea Selatan. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*