Washington, LiputanIslam.com—Perusahaan teknologi raksasa Amerika, Google, mengizinkan Departemen Pertahanan AS untuk menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) mereka untuk proyek drone militer.

Kerja sama ini menerima banyak kecaman dari dalam dan luar perusahaan Google karena dianggap tidak etis.

Pentagon dan CIA diketahui telah lama menggunakan drone untuk melakukan pembunuhan dan pengawasan di seluruh dunia.

Teknologi Google yang kini dipakai Pentagon adalah sistem AI TensorFlow di dalam Proyek Maven, yang diciptakan pada Juli 2017 untuk menganalisa data dan rekaman video.

Data ini kemudian akan digunakan dalam penyerangan drone yang lebih tepat terhadap target di berbagai negara, termasuk Suriah dan Irak.

Maven adalah satu dari banyak proyek drone AS yang ditujukan untuk memilih titik-titik target secara otomatis, efisien dan cepat.

Selama ini, Pentagon telah menghabiskan $7,4 milyar untuk AI dan pengolahan data. Penggunaan alat-alat ini membantu ahli militer untuk menganalisa secara mudah sejumlah besar rekaman yang diambil oleh lebih dari 1.100 drone militer AS.

“Orang-orang dan komputer akan bekerja bersama-sama untuk meningkatkan kemampuan sistem senjata untuk mendeteksi objek-objek. Pada akhirnya kami berharap satu orang analis [militer] dapat bekerja dua kali lipat lebih banyak… dari yang mereka lakukan sekarang. Itulah  tujuan kami,” kata ketua tim Algorithmic Warfare Cross-Function DoD, Drew Cukor.

Merespon laporan ini, juru bicara Google mengatakan bahwa teknologi AI perusahaan mereka hanya digunakan untuk tujuan-tujuan yang “tak berbahaya”.

Namun penjelasan tersebut tak dianggap cukup bagi para pekerja Google yang menyadari pekerjaan mereka digunakan untuk menyerang orang-orang sipil tak bersalah.

Menurut laporan Bureau of Investigative Journalism pada Desember tahun lalu, jumlah serangan drone militer AS di Yaman dan Somalia terus bertambah sejak Presiden AS Donald Trump menjabat.

Pada tahun 2013, organisasi HAM asal Inggris, Amnesty Internasional, menyebut AS berpotensi bersalah atas kejahatan perang dengan drone. (ra/presstv)

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*