wakil menlu as di riyadhRiyadh, LiputanIslam.com — AS mengatakan akan menggelontorkan senjata-senjata ke negara-negara koalisi pimpinan Saudi yang kini tengah menggempur Yaman. AS juga akan membagikan informasi inteligennya kepada koalisi tersebut. Demikian pernyataan Deputi Menlu Antony Blinken, seperti dilansir BBC News, Rabu (8/4).

Dalam kunjungan ke ibukota Saudi, Riyadh, hari Selasa (7/4), Blinken mengatakan bahwa AS telah mengirimkan senjata-senjata ke koalisi pimpinan Saudi. Langkah tersebut disebutnya untuk mendukung Saudi yang tengah ‘mengirimkan pesan tegas kepada kelompok Houthi dan sekutu-sekutunya (Iran) bahwa mereka tidak bisa mengalahkan Yaman dengan kekuatan senjata’.

Lebih jauh ia menambahkan bahwa AS juga akan mendukung Saudi dengan data-data inteligennya serta membangun pusat komando bersama untuk mengkoordinasikan operasi-operasi militer Saudi di Yaman.

Pada hari Selasa dilaporkan pesawat-pesawat Saudi dan koalisinya menggempur pangkalan militer Yaman di dekat kota Ibb, yang menjadi basis pasukan pendukung mantan presiden Ali Abdullah Saleh yang kini bersekutu dengan kelompok Houthi.

Televisi kelompok Houthi melaporkan serangan itu menewaskan 3 anak sekolah yang lokasinya tidak jauh dari pangkalan tersebut. Hal ini memperkuat kritikan para aktifis dan organisasi-organisasi internasional tentang korban sipil yang terjadi akibat serangan tersebut.

Sementara itu sejumlah laporan menyebutkan adanya pemboman oleh kapal-kapal perang Saudi dan sekutu-sekutunya atas kota Aden. Namun Saudi membantah laporan itu.

Organisasi-organisasi kemanusiaan mengingatkan terjadinya krisis kemanusiaan di Yaman, khususnya kota Aden yang kini menjadi ajang pertempuran sengit antara kelompok Houthi dan pasukan pendukung Abdullah Saleh dengan milisi dan pasukan yang loyal pada Presiden terguling Mansour Hadi.

Organisasi kesehatan dunia, WHO, menyebut lebih dari 500 orang telah tewas akibat serangan Saudi, sementara sekitar 2.000 orang lainnya terluka. Sementara UNICEF menyebut setidaknya 74 anak-anak telah tewas dan lebih dari 100.000 orang kehilangan tempat tinggal.

Jubir Palang Merah Internasional (ICRC) Marie Claire Feghali mengatakan kepada AFP bahwa situasi di Aden sebagai ‘bencana’.

“Pertempuran di Aden berlangsung di seluruh jalanan dan sudut kota,” katanya.

“Banyak warga yang tidak bisa melarikan diri,” tambahnya.

Sejumlah laporan menyebutkan bahwa rumah-rumah sakit telah dipenuhi korban perang, adanya sejumlah ambulan dibajak di tengah jalan dan mayat-mayat bergelimpangan di jalanan.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL