Washington, LiputanIslam.com–Dalam sebuah laporan terbaru terkait kondisi HAM global, pemerintah AS berhenti menggunakan istilah “penjajahan” ketika berbicara tentang kawasan Palestina yang diduduki Israel, seperti Dataran Tinggi Golan, Tepi Barat, dan Gaza.

Melihat isi dari laporan yang ditulis oleh Departemen Luar Negeri AS, pihak berwenang Amerika tampak memakai bahasa yang netral ketika menjelaskan situasi di kawasan pendudukan Israel.

Padahal, istilah “penjajahan” merupakan istilah resmi yang disetujui oleh PBB dalam konflik Israel-Palestina.

Pemerintah AS mengklaim, perubahan retorika tersebut tidak serta merta mengubah kebijakan Amerika.

Laporan ini keluar tak lama setelah pertemuan antara Senator AS Lindsey Graham, dubes AS untuk Israel, David Friedman, dan PM Israel Benjamin Netanyahu pada Senin (12/3) lalu. Dalam pertemuan itu, ketiganya mendiskusikan rencana kerjasama mengenai pengakuan AS atas Dataran Tinggi Golan sebagai bagian dari Israel.

“Bekerja dengan Senator [Ted] Cruz, saya akan memulai upaya untuk mengakui Golan sebagai bagian dari negara Israel sekarang dan selamanya,” kata Graham.

Pada bulan November lalu, AS menentang resolusi PBB yang mengecam pendudukan Israel atas Dataran Tinggi Golan. Hasil pemungutan suara adalah 151 setuju lawan 2, di mana dua negara tersebut adalah AS dan Israel.

Israel mencaplok Dataran Tinggi Golan sejak tahun 1981, sebuah tindakan yang dikecam PBB dan hampir semua komunitas internasional. Resolusi PBB 2334 menyebut kegiatan pendudukan di wilayah itu adalah “pelanggaran besar” terhadap hukum internasional. (ra/rt)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*