Washington, LiputanIslam.com—Menteri luar negeri AS Rex Tillerson menyerukan kepada militer Mynmar agar menghentikan kejahatan terhadap Muslim Rohingya di Rakhine state.

Seperti laporan dari juru bicara AS, Heather Nauert, Tilleson pada Kamis (26/10/17) kemarin menelepon Jenderal militer Myanmar, Min Aung Hlaing, dan menjelaskan kekhawatirannya terhadap krisis kemanusiaan yang melanda di Rakhine.

“Menlu mendesak pasukan militer Burma untuk mendukung pemerintah Myanmar dalam mengakhiri kejahatan di Rakhine state dan mengizinkan [orang Rohingya] kembali ke rumah mereka dengan aman,…” kata Nauert.

Militer Myanmar dan ekstrimis Buddha diketahui telah melakukan serangan terhadap warga Muslim Rohingya selama beberapa bulan terakhir.

Berdasarkan berbagai laporan media internasional, seluruh desa Rohingya dibakar hingga habis. Sejumlah besar dari mereka, termasuk wanita dan anak-anak, dibakar hidup-hidup, digantung, dan diperkosa.

Ketika konflik tersebut memuncak beberapa minggu lalu, AS menolak menjatuhkan sanksi kepada Myanmar. Namun, baru hari Senin (23/10/17)  lalu Departemen Luar Negeri AS menyatakan tengah mempertimbangkan hukuman bagi pihak yang terbukti bersalah.

“Kami berduka cita atas peristiwa kejahatan yang terjadi baru-baru ini di Rakhine State, Myanmar, atas siksaan traumatik warga Rohingya…,” sebut deplu AS. “Penting diketahui bahwa semua individu atau kelompok yang melakukan kejahatan, termasuk aktor non-negara dan warga sipil, harus bertanggungjawab.”

“Kami tengah mempertimbangkan mekanisme akuntabilitas di bawah hukum AS, termasuk dengan mengeluarkan sanksi Global Magnitsky,” tambah mereka. Global Magnitsky merupakan hukum AS yang mengizinkan presiden mencabut visa bagi individu atau kelompok asing yang terbukti menyeleweng HAM.

Kawasan Rakhine State yang telah menjadi tempat tinggal Muslim Rohingya selama bergenerasi, telah menghadapi ancaman militer sejak tahun lalu. Selain itu, akses jurnalis dan aktivis ke tempat itu juga dibatasi. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL