Sana’a, LiputanIslam.com—Jurnalis Yaman, Hussain Albukhaiti, menuding AS bertanggungjawab atas kematian sipil Yaman di balik serangan koalisi Saudi.

Albukhaiti menyatakan hal itu dalam wawancara dengan RT, tak lama setelah serangan Saudi di distrik Hamdan, Sanaa, yang menewaskan 6 warga sipil dan melukai enam lainnya.

Sebuah rumah terkena serangan tersebut, di mana satu keluarga beranggotakan orang tua dan 4 anak tinggal di sana. Hanya dua anak yang selamat.

Albukhaiti menilai, AS, bersama Inggris, terus mengobarkan konflik dengan menyuplai senjata secara konstan kepada Riyadh. Suplai senjata yang dimaksud termasuk bom kluster ilegal yang sering dijatuhkan oleh jet perang Saudi.

“Kita menemukan bom-bom ini di Yaman dan satu-satunya negara yang menggunakan bom-bom ini, satu-satunya yang menjatuhkan blokade atas Yaman, satu-satunya jet di udara Yaman… dan semua koordinat, gambar-gambar satelit, semua suplai logistik datang dari AS. Satu-satunya yang dipedulikan oleh AS adalah jenis rudal apa yang dimiliki Yaman atau Houthi,” tuturnya.

“Jadi saya ingin melihat AS menjelaskan kenapa bom-bom ini ada di desa-desa Yaman,” imbuhnya.

Dia menambahkan, Barat punya kekuatan untuk menghentikan agresi Saudi yang telah mengorbankan banyak warga sipil dan menyebabkan krisis kelaparan dan wabah kolera dan malaria.

Namun, itu tak akan terjadi karena itu artinya menghentikan arus uang dari penjualan senjata AS dan Inggris.

“Tentu saja, AS dan Inggris dapat memutuskan untuk menghentikan perang ini hari ini. Tapi, jika perang di Yaman selesai, itu artinya Saudi tidak perlu lagi membeli senjata dari Inggris dan AS,” ucapnya.

“Mereka hanya cinta uang, mereka hanya ingin terus menjual senjata untuk mengumpulkan duit dan inilah bagaimana demokrasi ada di AS dan Inggris,” nilainya. (ra/rt)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL