barack obamaNew York, LiputanIslam.com — AS dan Uni Eropa, hari Minggu (18/10) waktu AS mengambil langkah resmi untuk mencabut sanksi kepada Iran begitu Iran memenuhi kondisi-kondisi yang melekat pada kesepakatan program nuklir dengan negara besar.

Langkah legal ini memang tidak otomatif berlaku, namun memperkuat proser yang telah dimilai dari kesepakatan yang dicapai Juli lalu yang mengakhiri sanksi kepada Iran dengan imbalan negara itu meninggalkan program nuklir yang dicurigai Barat sedang mengembangkan senjata nuklir.

Iran kini harus mau membuktikan kepada Badan Energi Atom Internasional (IAEA) bahwa mereka telah membatasi program nuklirnya seperti telah dijanjikan, yang menurut Barat memerlukan waktu paling sedikit dua bulan.

Minggu itu adalah hari adopsi untuk kesepatan yang dicapai di Wina oleh Iran, AS, Inggris, Prancis, Jerman, Rusia dan Tiongkok itu, serta kemudian diperkuat PBB 90 hari lalu. Uni Eropa telah membuat kerangka legislatif untuk pencabutan semua sansi ekonomi dan keuangan kepada Iran dengan menerbitkan dokumen-dokumen pada laman resminya. Demikian seperti dilaporkan Antara, Senin (19/10).

Di Washington DC, Presiden Barack Obama memerintahkan Menteri Luar Negeri, Menteri Keuangan, Menteri Perdagangan dan Menteri Energi untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan dalam merealisasikan komitmen AS berkenaan dengan perjanjian nuklir Iran itu.

“Hari ini menandai tonggak penting ke arah mencegah Iran menguasai senjata nuklir dan memastikan program nuklirnya eksklusif untuk perdamaian,” kata Obama seperti dikutip Reuters.

Iran sendiri telah mengundang-undangkan semua klausa dalam kesepakatan nuklir itu pada 14 Oktober.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL