Vladivostok, LiputanIslam.com–Merespon perseteruan dan saling ancam antara AS dan Korut, Rusia telah mengirimkan pasukan dan peralatan tempurnya ke perbatasannya dengan Korea Utara. Demikian laporan yang dikutip media Press TV pada Jumat (21/4).

Media lokal melaporkan bahwa telah muncul sebuah rekaman video kereta yang membawa peralatan militer berat, termasuk kendaraan lapis baja dan helikopter, ke arah tenggara Rusia, di jalan raya Khabarovsk-Vladivostok pada hari Sabtu dan Minggu lalu. Kota Vladivostok adalah tuan rumah Armada Pasifik Rusia, berjarak 100 mil dari perbatasan Korea Utara.

“Ada yang mengatakan bahwa situasi di sekitar Korea Utara adalah fiksi, tapi ini adalah kereta peralatan ketiga yang sudah kita lihat sejak pagi ini,” kata seorang pria yang terdengar di video tersebut.

“Sepertinya ada sesuatu yang dikirim ke perbatasan Korea,” tambah pria itu.

Salah satu dari tiga kereta yang direkam juga dilengkapi dengan rudal Tor. Sementara video lain tampaknya memperlihatkan perjalanan helikopter militer dan kendaraan tempur militer menuju perbatasan Korea Utara.

Seorang juru bicara Distrik Militer Timur, Kolonel Alexander Gordeev, mengatakan bahwa rudal Tor yang terlihat di video itu kemungkinan adalah rudal yang kembali dari latihan bulan lalu di kawasan Buryatia.

Pemerintah Rusia pada hari Jumat menolak untuk mengomentari laporan tersebut. Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan bahwa penempatan tentara Rusia di perbatasan Rusia sendiri bukanlah masalah publik.

Sementara itu, media Korea Selatan melaporkan bahwa China telah memindahkan tambahan 150.000 tentara ke perbatasannya sendiri dengan Korea Utara.

Ketakutan akan pertempuran militer antara AS dan Korea Utara telah meningkat sejak AS mengumumkan pekan lalu bahwa mereka telah mengirim kelompok militer, termasuk sebuah kapal induk, ke Semenanjung Korea sebagai tanggapan atas “provokasi” Pyongyang.

Program rudal dan militer yang berkembang pesat di Korea Utara telah membuat gusar Washington. Kehadiran pasukan AS di wilayah tersebut dan ancaman-ancaman militer yang diulang-ulang oleh Washington di sisi lain membuat marah pihak Korea Utara.

Pada hari Kamis, surat kabar resmi Partai Buruh yang berkuasa di Korea Utara memperingatkan bahwa negara tersebut akan melancarkan “serangan awal yang sangat dahsyat” melawan AS. Surat kabar itu juga mengatakan bahwa Korea Utara telah mengembangkan sebuah rudal yang bisa mencapai daratan AS langsung.

Ancaman untuk meluncurkan serangan “awal” terjadi sebagai tanggapan atas komentar dari Sekretaris Negara AS Rex Tillerson, yang mengatakan pada hari Rabu (19/4) bahwa Washington sedang mencari cara untuk “memberi tekanan” kepada Korea Utara untuk menghentikan program nuklir militernya. (AL/Presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL