bandara asWashington, LiputanIslam.com — Pemerintah AS melalui Departemen Keamanan Internal AS, Rabu (2/7), mengumumkan peningkatan standar keamanan di beberapa bandara yang melayani penerbangan langsung dari luar negeri ke AS.

Pengumuman itu menyusul ditemukannya laporan-laporan yang menyebutkan kelompok teroris Al Qaida Suriah dan Yaman telah membuat bom-bom yang akan diselundupkan ke dalam pesawat-pesawat terbang. Sebagaimana laporan BBC, Inggris termasuk negara yang mengikuti langkah AS tersebut.

Pemerintah AS mengumumkan langkah keamanan tersebut akan dilaksanakan dalam beberapa hari mendatang. Namun masih belum ada penjelasan lebih mendetil tentang langkah tersebut.

“Kami akan bekerja untuk memastikan langkah-langkah penting ini tidak banyak memberikan gangguan bagi penumpang,” kata Menteri Keamanan Internal Jeh Johnson dalam pernyataannya.

“Kami telah berbagi informasi-informasi terbaru dan penting dengan mitra-mitra luar negeri kami dan tengah berdiskusi dengan kalangan industri penerbangan.”

Sementara itu Departemen Transportasi Inggris mengumumkan bahwa pemerintah telah “memutuskan untuk meningkatkan langkah keamanan penerbangan.”

“Karena alasan-alasan yang jelas, kami tidak akan berkomentar tentang detil dari perubahan langkah-langkah itu. Sebagian besar penumpang tidak boleh terganggu dengan langkah-langkah itu.”

Seorang pejabat keamanan AS mengatakan kepada Reuters bahwa negara-negara Eropa lain juga akan melakukan langkah yang sama.

Media AS melaporkan bahwa kelompok Al Qaida di Suriah, Al-Nusra Front serta Al Qaida Yaman telah bekerjasama untuk membuat bom-bom anti-deteksi untuk diselundupkan ke bandara-bandara negara-negara barat.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL