as kubaWashington DC, LiputanIslam.com — AS mencabut 45 entitas individu dan perusahaan Kuba dari daftar sanksi di tengah-tengah upaya kedua negara untuk memulihkan hubungan diplomatik yang terputus sejak lebih dari 50 tahun lalu.

Departemen Keuangan AS mengumumkan, Selasa (24/3), pencabutan itu ditujukan terutama terhadap entitas-entitas lama yang sebagian besar telah meninggal atau tidak lagi beroperasi. Meski demikian lebih dari 200 entitas individu dan perusahaan masih berada dalam daftar yang disebut “daftar negara-negara pendukung terorisme” tersebut. Demikian seperti dilaporkan Press TV, Rabu (25/3).

Presiden Barack Obama bulan Desember lalu mengumumkan upaya normalisasi hubungan diplomatik AS-Kuba, sebagai perubahan sangat signifikan kebijakan luar negeri AS terhadap negara komunis tersebut setelah lebih dari 50 tahun.

AS memutuskan hubungan diplomatik dengan Kuba tahun 1961 setelah munculnya Krisis Kuba yang memaksa AS memblokade Kuba setelah diketahui Uni Sovyet menempatkan peluru kendalinya di negara itu. Kuba, yang sebelumnya merupakan sekutu AS berubah menjadi musuh setelah terjadinya revolusi komunis tahun 1959.

“Meski hal ini tidak ada kaitannya dengan perubahan kebijakan sanksi terhadap Kuba, hal ini sejalan dengan kebijakan Presiden terhadap Kuba,” kata jubir Kementrian Keuangan.

Sejak Januari lalu AS dan Kuba telah tiga kali menggelar pertemuan untuk memulihkan hubungan diplomatik. Sebelumnya, selama 18 bulan keduanya menggelar perundingan rahasia yang berujung pada pernyataan bersama tanggal 17 Desember 2014, dimana keduanya berkomitmen untuk memulihkan hubungan diplomatik dan saling melepaskan tahanan.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*