New York, LiputanIslam.com—Juru bicara AS, Mark Toner, menyatakan bahwa Washington memboikot sidang Dewan HAM PBB pada hari Senin (20/03/2017) yang berfokus membahas pelanggaran HAM Israel terhadap Palestina.

“Sebagai ungkapan keyakinan kami bahwa keberpihakan ini harus diatasi agar dewan dapat mewujudkan tujuan yang sah, AS memutuskan untuk tidak menghadiri agenda pertemuan Seven General Debate.” kata Toner.

“Amerika Serikat dengan tegas menentang sidang agenda Seven General Debate Dewan HAM PBB yang membahas tentang situasi hak asasi manusia di Palestina dan kawasan pendudukan Arab,” tambahnya.

Agenda Seven General Debate adalah pertemuan permanen yang membolehkan UNHRC menggelar sidang tiga kali dalam setahun kapan saja Israel terbukti melakukan pelanggaran HAM terhadap rakyat Palestina.

“Pertemuan hari ini oleh dewan merupakan peringatan tentang keberpihakan PBB [ke Palestina] dan permusuhan terhadap Israel,” ujar Toner. “keberlangsungan agenda ini adalah ancaman terbesar atas kredibilitas dewan HAM.”

Sedangkan Menlu AS Rex Tillerson mengatakan pada minggu lalu bahwa AS tak akan berpastisipasi di Dewan HAM sampai ada perubahan dalam kebijakan yang dikeluarkan badan ini.

Dalam sidang hari Senin tersebut, Dewan HAM PBB membahas proyek pembangunan distrik Zionis di kawasan pendudukan Palestina.

Ada lima resolusi yang dirilis terkait kondisi HAM di Israel. Di draf resolusi ini Israel diminta menghentikan proyek pembangunan tersebut. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL