patrickWashington, LiputanIslam.com — Pemerintah AS bertekad untuk membebaskan 3 warga negaranya yang kini ditahan oleh otoritas Korut. Menurut AS, pembebasan mereka merupakan prioritas utama, dan semua upaya akan dilakukan pemerintah AS.

Pernyataan itu disampaikan menanggapi permintaan bantuan ketiga warga AS tersebut kepada pemerintah AS yang disampaikan melalui siaran televisi.

Ketiga warga AS itu adalah Kenneth Bae (46 tahun), Jeffrey Fowle (56 tahun) dan Matthew Miller (24 tahun).

“Kami telah melihat laporan wawancara dengan 3 warga AS yang ditahan di Korut itu. Membebaskan warga AS adalah sebuah prioritas utama dan kami telah mengikuti kasus ini secara ketat di Gedung Putih. Kami terus berupaya semampu kami untuk memastikan pembebasan mereka secepat mungkin,” kata Jubir Gedung Putih Patrick Ventrell sebagaimana dikutip BBC News, Selasa (2/9).

Bae yang ditahan sejak tahun 2012 dikabarkan kini berada di kamp kerja paksa di luar kota Pyongyang. Sedangkan Fowle dan Miller kini tengah menunggu proses pengadilan yang mendakwa mereka atas tindakan pelanggaran keamanan.

BBC News menyebut, Korut sudah berulangkali menjadikan warga AS yang ditahan sebagai “kartu truf” perundingan dengan AS yang menekan Korut dalam kasus program nuklirnya.

Di masa lalu, beberapa warga AS yang ditahan, akhirnya dibebaskan setelah utusan AS datang ke Korut, termasuk di antaranya Mantan Presiden Bill Clinton.

AS telah berulangkali menawarkan kepada Korut untuk mengirimkan Robert King sebagai utusan untuk membebaskan ketiga warga AS itu. Namun pemerintah Korut masih menolaknya.

Ketiga warga AS itu pada hari Senin (1/9) mengakan wawancara dengan CNN dan Associated Press dengan kehadiran pejabat-pejabat Korut. Setiap orang diwawancarai secara terpisah selama 5 menit di tempat yang berbeda di Pyongyang. Semuanya meminta pemerintah AS untuk mengirim utusan ke Korut untuk membebaskan mereka.

Dalam wawancara itu Bae yang menjadi tahanan terlama, mengatakan bahwa dirinya mengalami gangguan kesehatan serius berupa sakit punggung, kehilangan berat badan dan sulit tidur.

Warga AS yang juga seorang misionaris itu dijatuhi hukuman 15 tahun penjara di kamp kerja paksa. Ia dituduh telah mencoba melakukan kudeta.

“Satu-satunya harapan saya adalah ada seseorang dari AS yang datang kemari,” katanya.

“Namun sejauh ini, hal terakhir yang saya dengar adalah tidak ada respon. Jadi saya percaya bahwa para pejabat disini tengah menunggu hal itu,” tambahnya.

Bae mengatakan dirinya tidak mengetahui kalau telah melanggar hukum Korut, ia pun sudah menyatakan permintaan ma’af.

Kedua tahanan lainnya, Fowle dan Miller, mengatakan kepada reporter bahwa mereka akan menghadapi pengadilan dalam sebulan mendatang, namun tidak mengetahui tuduhan apa yang diberikan kepada mereka.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL