Washington, LiputanIslam.com—Menlu AS Mike Pampeo menyatakan bahwa AS tidak akan berupaya menggulingkan Kim Jong-un di Korea Utara, meski sebelumnya Kim selalu dikecam sebagai diktator.

Kurang dari sebulan sebelum pertemuan yang ditunggu-tunggu antara Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korut Kim Jong-un di Singapura, Pampeo mengatakan bahwa perjanjian denuklirisasi di Semenanjung Korea akan memasukkan perjanjian agar AS membiarkan Kim tetap berkuasa.

“Kami akan memberikan jaminan keamanan untuk memastikan. Ini adalah perjanjian yang telah tertunda selama 25 tahun,” kata Pompeo dalam program televisi ‘Fox News Sunday.’

Ketika ditanya mengenai Kim yang telah bertahun-tahun dituduh sebagai “diktator” dan “penindas” dengan catatan HAM yang buruk, Pampeo menegaskan bahwa keamanan Amerika lebih penting daripada penggulingan rezim Kim.

“Kita harus perhatikan dulu bagaimana proses negosiasi… Kepentingan Amerika di sini adalah mencegah resiko Korut meluncurkan senjata nuklir ke L.A. atau Denver atau di tempat kita duduk pagi ini…,” paparnya.

Jika negosiasi ini sukses, Korea Utara akan melihat perusahaan-perusahaan swasta Amerika membanjiri pasar. Perusahaan ini akan membantu mengembangkan jaringan listrik dan menyediakan pasokan makanan “agar mereka [warga Korut] bisa makan daging dan memiliki hidup sehat.”

Namun, Pampeo menyanggah bahwa pemerintah AS akan menggunakan uang pajak warga Amerika dalam program ini.

Berbicara mengenai kesannya kepada sang pemimpin Korut ketika bertemu, Pompeo menggambarkan Kim sebagai orang yang selalu aktual dengan agendanya dan negosiator yang baik.

“Pembicaraan saat itu berjalan profesional. Dia tahu apa yang ia inginkan untuk rakyat Korea Utara,” jelasnya. (ra/rt)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL