john kerryWashington, LiputanIslam.com — Meskipun Presiden Viktor Yanaukovych telah berhasil digulingkan, bukan berarti Ukraina sudah bebas dari masalah. Kini dua kekuatan tengah berada dalam pusaran konflik tersebut, yakni Rusia dan Uni Eropa. Meskipun keduanya mengklaim tidak akan mendesak Ukraina untuk bergabung dengan mereka, nyatanya langkah yang tepat harus segera diputuskan.

Menanggapi hal ini, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry berharap agar Ukraina tidak terjebak dalam pertempuran antara Timur dan Barat.

Menurut Kerry, seperti dilansir BBC, ini bukan waktunya untuk mempermasalahkan hal tersebut. Ia menyerukan semua negara untuk bekerja sama guna membawa kestabilan di negara tersebut.

Pada hari Selasa, Kerry telah bertemu dengan Menteri Luar Negeri Inggris William Hague di Washington untuk membicarakan situasi di Ukraina.

“Kami berdua berkomitmen untuk melakukan bagian kami guna mendukung upaya rakyat Ukraina mencapai masa depan yang demokratis,” kata Kerry seusai pertemuan.

Selanjutnya, ia menuturkan bahwa ini bukan masalah untuk Rusia atau Amerika, melainkan masalah tentang orang-orang Ukraina yang telah membuat pilihan tentang masa depan mereka sendiri.

Yanukovych Buron

Sementara itu pada hari Selasa (24/2) parlemen baru Ukraina memutuskan untuk mengirim mantan Presiden Viktor Yanukovych, yang dituding telah menyerukan kekerasan kepada polisi terhadap demonstran hingga menewaskan lebih dari 100 orang, ke Mahkamah Internasional.

Dilaporkan Reuters, atas tindakan tersebut, Yanukovych didakwa atas “pembunuhan massal” dan ia kini telah masuk daftar pencarian orang.

Pengadilan internasional yang bermarkas di Den Haag, Belanda, ini mengatakan peradilan terhadap Yanukovych bisa saja digelar di sana. Namun dibutuhkan permintaan dari pemerintah Ukraina untuk memberikan yuridiksi.

Tidak hanya menyeret Yanukovych, parlemen Ukraina juga berharap mantan Menteri Dalam Negeri Ukraina Vitaly Zakharchenko dan mantan jaksa agung Viktor Pshonka, yang juga sedang dicari oleh pihak berwenang, juga dapat diadili di Den Haag.

Yanukovych terakhir kali terlihat di Crimea, sebuah wilayah yang merupakan basis kekuasaannya. Pada Jumat kemarin, sebuah helikopter diduga membawanya dari Kiev ke daerah tersebut lantaran ia tak diizinkan meninggalkan Ukraina.(ca/tempo.co/bbc/reuters)
 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL