Washington, LiputanIslam.com—Pemerintah Donald Trump berencana memperluas kekuatan Departemen Keamanan Dalam Negeri AS untuk mempercepat deportasi “imigran ilegal.”

Kantor berita Washington Post  melaporkan, imigran yang dimaksud adalah orang-orang yang tidak bisa membuktikan bahwa mereka telah tinggal di AS selama lebih dari 90 hari.

Sejak tahun 2004, departemen ini telah mengatur pengadilan imigrasi dan hanya memperbolehkan para imigran tinggal AS selama kurang dari dua minggu.

Menurut laporan Washington Post, aturan baru ini tidak memerlukan pengesahan dari Kongres.

“Perubahan kebijakan ini akan memperbolehkan DHS lebih efisien dalam mengusir orang yang tinggal secara ilegal dalam jangka waktu lama…” kata juru bicara DHS, Joanne F. Talbot

Sejak masa-masa awal Trump menaiki kursi kepresidenan AS, ia berjanji untuk mendeportasi 3 juta imigran tak terdokumentasi. Kebijakannya ini menerima banyak protes dan kecaman atas retorikanya yang memecah belah.

Dalam tiga bulan awal kepemimpinannya saja, US Immigration and Customs Enforcement telah menahan orang 41.318 imigran. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL