maersk tigrisWashington DC, LiputanIslam.com — AS menolak menanggapi aksi Iran menangkap sebuah kapal kargo di Selat Hormuz dan memaksanya mendarat di pelabuhan Iran, hari Selasa (28/4).

Seperti dilaporkan kantor berita Iran Press TV, Rabu (29/4), Kemenlu AS menyatakan bahwa ‘terlalu dini’ untuk menanggapi aksi Iran tersebut. Hal ini disampaikan terkait dengan aksi AL Iran menangkap kapal kargo berbendera Kepulauan Marshall, negara kecil sekutu AS di Pasifik pada hari Selasa.

“Kerjasama keamanan antara AS dengan Republik Kepulauan Marshall memberikan kewenangan dan tanggungjawab bagi AS atas masalah-masalah keamanan dan pertahanan yang terkait dengan Kepulauan Marshall, termasuk kapal-kapal yang mengibarkan bendera Kepulauan Marshall,” demikian keterangan Jubir Deplu AS Jeff Rathke, Selasa petang di Washington DC.

“Namun hal ini tidak akan mengejutkan Anda bahwa kami, Anda tahu, belum melakukan penyelidikan mendalam atas masalah itu. Namun pasti kami menaruh perhatian,” tambahnya.

Kapal kargo berbendera Kepulauan Marshall, Maersk Tigris,  ditahan oleh angkatan laut Iran karena diangap melanggar hukum. Dalam aksinya personil-personil AL Iran memasuki kapal tersebut sebelum membawanya ke pelabuhan Iran.

Sementara itu Kemenhan AS mengatakan tidak ada warga AS yang terlibat dalam insiden itu. Insiden itu terjadi setelah kapal kargo itu disebut-sebut telah memasuki wilayah Iran tanpa ijin. Kapal patroli Iran melakukan penembakan peringatan ke kapal tersebut.

Kapal kargo tersebut meminta bantuan kepada kapal perang AS, USS Farragut, namun destroyer itu meninggalkan kapal kargo setelah mendapat peringatan Iran untuk tidak turut campur.

Jubir Kemenhan AS (Pentagon) Kolonel Steve Warren mengatakan bahwa USS Farragut diperintahkan untuk ‘bergerak ke lokasi terdekat dari Maersk Tigris.”(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL