Manila, LiputanIslam.com–Menlu AS Rex Tillerson dan Menlu Korea Utara Ri Yong-ho berusaha sebisa mungkin untuk menghindari pertemuan satu sama lain dalam forum Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) di Manila, Filipina, pada Minggu lalu.

Hal ini disebabkan sehari sebelumnya, Dewan Keamanan PBB memberikan suara dukungan terhadap draft resolusi AS mengenai sanksi baru terhadap Korut.

Sanksi yang diadopsi pada Sabtu lalu itu adalah pelarangan ekspor yang membuat Korut kehilangan pendapatan  sebesar 1/3 dari  $3 milyar.

Tillerson dilaporkan tidak menghadiri acara makan malam untuk menteri luar negeri karena Menlu Korut berada di sana.

Korea Utara tengah berada di bawah tekanan internasional atas program rudal dan nuklir mereka. Penasehat Keamanan Nasioanal AS H.R. McMaster mengatakan bahwa AS sudah mempersiapkan segala opsi, termasuk opsi “perang” untuk menghentikan program Korut tersebut.

McMaster menegaskan bahwa Presiden Donald Trump tidak mentolerir “Korut untuk mengancam [keamanan] Amerika.” (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL