marie harfWashington, LiputanIslam.com — AS membantah bahwa hubungannya dengan Iran tengah menghangat atau membaik, terkait dengan perundingan nuklir Iran yang terus berlangsung.

Menurut keterangan Jubir Kemenlu AS Marie Harf, sebagaimana dilansir Press TV, Kamis (5/3), adanya perundingan nuklir Iran bukanlah indikasi kedua negara tengah melakukan pendekatan atas isu-isu lain.

Iran dan negara-negara P5+1 (AS, Inggris, Perancis, Rusia, Cina dan Jerman) tengah melangsungkan perundingan tentang program nuklir Iran di Swiss untuk mengakhiri pertikaian atas program nuklir Iran yang dianggap sebagai ancaman AS, Israel dan sekutu-sekutunya. Diharapkan pada tanggal 1 Juli mendatang perundingan itu akan menghasilkan kesepakatan yang menghentikan pertikaian itu.

Pada hari Rabu (4/3), Menlu AS John Kerry dan Menlu Iran Mohammad Javad Zarif mengakhiri perundingan intensif selama 3 hari antara Iran dan AS di Montreux, Perancis, sebagai bagian dari perundingan Iran dan P5+1.

“Bahkan meski kami bernegosiasi, hal ini bukan berarti hubungan kedua negara tengah menghangat. Ini sama sekali bukan tentang pendekatan yang lebih luas. Ini (hanya) tentang masalah nuklir,” kata Marie Harf.

Namun ia tidak bisa menjamin hubungan kedua negara tidak akan membaik dalam beberapa tahun mendatang.

“Saya tidak bisa memprediksi apa yang akan terjadi dalam dua atau lima atau sepuluh atau 15 tahun mendatang. Dan Presiden (Obama) telah berulangkali mengatakan tentang suatu hari kita akan akan memiliki hubungan yang berbeda dengan Iran,” katanya lagi.

Iran adalah bekas sekutu AS sebelum terjadinya Revolusi Islam tahun 1979. Sejak itu hubungan kedua negara runtuh setelah pemerintah Islam Iran menuduh AS menjadi pendukung regim Shah Reza Pahlavi yang telah menindas rakyat Iran.

Pada bulan November 1979, sekelompok mahasiswa Iran menduduki kantor Kedubes AS di Teheran dan menyandera para diplomat AS. Dari dokumen-dokumen yang ditemukan di kantor kedubes AS itu terungkap persekongkolan AS melawan Iran.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*