Washington, LiputanIslam.com—Pemerintahan Presiden AS Donald Trump telah mendapat berbagai kecaman karena menyatakan bahwa ‘bahkan anak kecil Muslim adalah ancaman bagi AS.’

“Berasumsi bahwa hanya karena umur dan gender seseorang maka mereka tidak memberikan ancaman adalah asumsi yang sesat dan salah,” kata Juru Bicara Gedung Putih, Sean Spicer, pada Senin (30/01/2017).

Pernyataan ini datang setelah seorang anak Irak berumur satu tahun bernama Dilbreen yang dikirim ke AS untuk menjalani perawatan setelah menderita luka bakar di kamp pengungsi. Namun, setelah Trump mengeluarkan kebijakan anti-imigran, kedua orangtua Dilbreen tertahan di Irak dan tak dapat mengantar sang anak ke AS.

“Jadi mereka tertahan di Irak,” kata Carrie Schuchardt, yang bekerja di House of Peace, Massachusetts, tempat di mana keluarga Dilbreen akan tinggal. “Anaknya ada di sini… dan harus segera dioperasi.”

Selain itu, pemerintah AS pada awal minggu ini menahan seorang anak lelaki Iran berumur 5 tahun dengan alasan semua Muslim adalah ancaman terlepas dari umur mereka.

Sebuah rekaman memperlihatkan sang ibu yang menangis di Bandara Internasional Dulles, Washington DC, dengan khawatir menunggu anaknya dibebaskan. Setelah beberapa jam, ia akhirnya dilepas dari kantor polisi dan bertemu dengan ibunya.

Sang ibu kemudian menyanyikan lagu ulangtahun dalam Bahasa Farsi dan Inggris dalam rangka memberikan kesan bahwa sang anak telah melewati proses diskriminasi di hari ulangtahunnya.

Sementara itu, pemerintah Iran telah mengecam keputusan “menghina” yang dikeluarkan Trump ini.

Bahkan teman dekat AS, yaitu Inggris, tidak bisa menyembunyikan kekecewaan atas kebijakan anti-imigran Trump. Menlu Inggris Amber Rudd mengatakan kebijakan ini akan digunakan ISIS sebagai “kesempatan menyebarkan propaganda.” (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL