russia troopsKiev, LiputanIslam.com – Duta besar Amerika Serikat untuk Ukraina, Geoffrey Pyatt, mengatakan negaranya akan bereaksi jika pasukan Rusia menerobos perbatasan Ukraina. Keterangan tersebut disampaikan Pyatt dalam jumpa pers di Kiev, Rabu (30/4). “Pergerakan (militer) akan menyebabkan eskalasi besar,” katanya.

Rusia secara masif telah menempatkan ribuan pasukan di kawasan dekat perbatasan Ukraina. Penempatan ini terkait dengan dukungan Moskow terhadap perkembangan politik di wilayah timur Ukraina. Menurut perkiraan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), Rusia menempatkan 40 ribu pasukan di perbatasan Ukraina. Mereka siap digerakkan sewaktu-waktu.

Pada kesempatan itu, Pyatt menyarankan pemerintah Ukraina tidak menggunakan pasukan untuk membersihkan gedung pemerintahan yang dikuasai sekelompok orang pro-Rusia.

Hingga saat ini, kelompok separatis Ukraina telah menguasai sejumlah balai kota, kantor kepolisian, serta beberapa gedung pemerintahan di sedikitnya sepuluh kota di bagian timur Ukraina. Aksi pendudukan itu terkait dengan tuntutan mereka agar pemerintah Ukraina menggelar referendum guna mendapatkan otoritas yang lebih luas.

Kanada Kirim Kapal Perang
Sementara itu eskalasi ketegangan militer yang terus meningkat di Eropa Timur terkait krisis di Ukraina memicu negara-negara sekutu NATO dan Amerika Serikat (AS) untuk bergerak. Kanada, salah satu sekutu AS mengirimkan kapal perangnya ke perairan di dekat Ukraina untuk bergabung dengan pasukan NATO.

Kepastian pengiriman kapal perang itu diumumkan Perdana Menteri Stephen Harper, Rabu (30/4). Sebelumnya, Kanada juga telah mengirimkan enam jet tempur ke Rumania untuk bergabung dengan pasukan patroli NATO di Eropa Timur pekan ini.

“Pendudukan “ilegal” Rusia atas Ukraina dan aktivitas militer provokatif tetap menjadi perhatian serius bagi masyarakat internasional,” kata Harper sebagaimana dilansir AFP, Kamis (1/5).

Kapal patroli fregat HMCS Regina dikirimkan ke perairan Arab.

NATO mengumumkan akan meningkatkan pertahanannya bulan ini di Eropa Timur karena meningkatnya eskalasi ketegangan di kawasan itu.

“Hal ini sudah menjadi komitmen bagi Pasukan Maritim NATO sebagai bagian dari ‘paket jaminan’ NATO terhadap anggota sekutunya di wilayah-wilayah yang berbatasan dengan Rusia,” tutur Harper.(ca/tempo.co)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL