al amrikiWashington, LiputanIslam.com — Pemerintah AS mengakui warganya menjadi pelaku pemboman bunuh diri di Suriah. Pernyatan tersebut disampaikan 2 pejabat AS yang tidak disebutkan namanya kepada media AS CNN, hari Kamis petang (29/5).

Keterangan tersebut disampaikan menyusul adanya klaim pemberontak Suriah bahwa seorang warga negara Amerika menjadi pelaku serangan pemboman bunuh diri yang terjadi hari Minggu (25/5).

Pelaku pembom bunuh diri itu disebut dengan julukan Abu Hurayra Al-Amriki, kelahiran Florida dan bersekolah di negara bagian tersebut. Namun pejabat tersebut tidak bersedia menyebutkan nama aslinya.

Menurut mereka, para penyidik AS kini tengah mewawancarai keluarga pelaku pembom bunuh diri itu untuk mendapatkan keterangan lebih lengkap.

Al-Amriki hanya sebagian dari beberapa warga negara Amerika yang bergabung dengan pemberontak Suriah. Pemerintah AS berusaha keras untuk terus memantau keberadaan mereka untuk mencegah penyebaran terorisme di negara mereka.

Sementara itu Abu Farouk al Shamy, jubir kelompok pemberontak yang menamakan diri batalyon Suqour al-Sham mengatakan kepada CNN bahwa serangan bom bunuh diri hari Minggu (25/5) dilakukan dengan koordinasi dengan kelompok al-Nusra Front, kelompok terafiliasi al Qaeda yang telah dinyatakan AS sebagai kelompok teroris.

Pemberontak Suriah bahkan telah memposting video serangan tersebut dengan judul “the American martyrdom from al-Nusra Front”, dengan menyebut pelaku pemboman sebagai Abu Hurayra Al-Amriki. Digambarkan dalam video tersebut, Abu Hurayra sebagai orang dengan jenggot lebat yang tersenyum sambil menggendong kucing.

Nama Abu Urayra sendiri diambil dari nama sahabat Nabi Muhammad yang paling banyak menjadi sumber hadits dalam kitab-kitab hadist Sunni, dan dikenal sebagai pribadi yang menyukai binatang kucing.

Menurut informasi dari postingan-postingan sosial media, dalam serangan tersebut pemberontak mengunakan 4 kendaraan penuh bahan peledak. Abu Hurayra meledakkan kendaraan terbesar yang berisi 17 ton bahan peledak.

“Ada diaspora yang muncul dari Suriah. Dan kami bertekad untuk tidak membiarkan apa yang terjadi di Suriah dengan serangan teroris semacam WTC 9/11,” kata Direktur FBI James Comey minggu lalu.(ca/cnn)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL