Washington, LiputanIslam.com—Pemerintah Presiden AS Donald Trump diperkirakan akan menutup kantor Organisasi Pembebasan Palestina di Washington dan mengancam penjatuhan sanksi terhadap tindakan anti-Israel apapun oleh Pengadilan Kejahatan Internasional (ICC).

Penasehat Keamanan Nasional AS John Bolton dijadwalkan memberikan pengumuman atas hal ini dalam pidatonya di acara Federalist Society bertajuk  “Melindungi Konstitusi dan Kedaulatan Amerika dari Ancaman Internasional”.

“AS akan selalu berpihak dengan sekutu kami, Israel,” demikian isi pidato Bolton nanti, menurut draf pidato yang ditinjau oleh WSJ. “Pemerintah Trump tidak akan membiarkan kantor [PLO] buka ketika pihak Palestina menolak memulai negosiasi langsung dan berarti dengan Israel.”

Bolton juga akan mengatakan bahwa penutupan kantor PLO dilakukan atas dasar kekhawatiran kongres jika Palestina akan berhasil mendorong investigasi ICC atas Israel.

Pejabat senior Amerika itu juga akan menyampaikan ancaman sanksi keras kepada ICC jika pengadilan internasional benar-benar mengabulkan permintaan Palestina untuk menginvestigasi AS dan Israel.

Ancaman penutupan PLO sudah disampaikan AS sejak November tahun lalu, ketika Presiden Palestina Mahmoud Abbas menuntut pengusutan pejabat Israel di ICC dan organisasi internasional lainnya.

Pada awal tahun ini, Palestina juga meminta ICC mengusut kejahatan HAM rezim Israel dengan aktivitas pemukiman ilegal mereka di kawasan pendudukan Palestina. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*