Washington, LiputanIslam.com—Pemerintah presiden AS Donald Trump mencabut beberapa rekstriksi dalam penjualan senjata dalam rangka meningkatkan ekspor industri  senjata AS ke luar negeri dan bersaing dengan Cina dalam pasar senjata dunia.

Gedung Putih mengumumkan kebijakan baru ini pada Kamis (20/4/18), yaitu secara spesifik melonggarkan aturan dalam penjualan drone militer ke luar negeri.

Kebijakan yang didorong oleh penasihat perdagangan Gedung Putih, Peter Navarro, ini telah diatur selama setahun ke belakang.

Navarro mengatakan, langkah ini dibuat untuk menentang keputusan mantan Presiden Barack Obama yang justru mengurangi akses sekutu-sekutu AS ke Unmanned Aerial Systems (UAS).

“Kebijakan ekspor UAS akan… memungkinkan perusahaan-perusahaan AS meningkatkan penjualan langsung kepada sekutu dan mitra yang berwenang,”  paparnya.

Navarro, yang terkenal atas perannya mendorong Presiden Trump mengambil kebijakan perdagangan yang keras terhadap Cina, berpendapat bahwa dengan membiarkan perusahaan senjata AS memasarkan drone secara langsung, AS akan dapat bersaing dengan Cina.

Ia menilai, ekspor senjata dan pertahanan AS mendukung 2,5 juta pekerjaan bagi rakyat dan mendukung ambisi Trump dalam menghapus defisit perdagangan Amerika.

Senjata drone telah digunakan oleh Pentagon dalam program “perang terhadap terorisme” dan oleh CIA untuk menargetkan serangan ke militant.

Industri senjata AS telah membunuh ribuan warga sipil di Timur Tengah, Asia Selatan, dan Afrika. Penjualan senjata ke Arab Saudi juga telah digunakan dalam perang di Yaman yang membunuh  600.000 penduduk sipil selama 3 tahun terakhir. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*