morning glory oil tankerWashington DC, liputanIslam.com — Pentagon mengumumkan pada Jum’at (21/3), bahwa Angkatan Laut AS akan bertemu otoritas perairan internasional dalam satu atau dua hari ke depan untuk melakukan serah terima kapal tanker pembawa minyak selundupan Libya yang berhasil disita Komando Mediterania AS minggu ini.

Sebuah tim komando Navy SEAL diberitakan telah mengambil alih kapal tanker Morning Glory dalam waktu hanya kurang dari dua jam tanpa ada aksi tembak menembak maupun korban luka-luka, sesaat setelah kapal itu meninggalkan Siprus.

“Kami akan menyerahkan Morning Glory kepada pihak berwenang  Libya dalam satu dua hari kedepan di perairan internasional, diluar batas teritorial perairan Libya,“ ucap juru bicara Pentagon Kolonel Steve Warren.

Warren mengatakan Amerika Serikat juga akan menyerahkan tiga pembajak Libya dan kru 21 yang asli dimana menurut Pentagon, didalamnya termasuk enam warga Pakistan , enam orang India , tiga Sri Lanka , dua Suriah , dua warga Sudan dan dua warga Eritrea .

Sebelumnya, menurut berita yang dirilis Cyprus News Agency, dua warga Israel dan satu warga Sinegal telah diinterogasi kepolisian Siprus atas tuduhan ketiganya  terlibat transaksi pembelian minyak curian yang diselundupkan dari pelabuhan Libya oleh para pemberontak. Namun  pengadilan Larnaca menolak mengeluarkan surat perintah penahanan kepada ketiga terdakwa  dengan alasan tidak cukup bukti bahwa para tersangka telah melanggar hukum Siprus.

Kepemilikan kapal tanker Morning Glory yang berbendera Korea Utara itu sendiri telah disangkal oleh Pyongyang.(lb/liputanislam/reuters)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL