Washington, LiputanIslam.com—Departemen Pertahanan AS merencanakan sebuah strategi baru untuk melebarkan kekuatan militer global dengan meluncurkan serangan drone di Filipina.

Menurut perkataan dari dua pejabat militer AS yang dikutip oleh kantor berita NBC News, serangan drone tersebut akan menjadi bagian dari operasi melawan ISIS di negara Asia Tenggara.

Perang antara pasukan pemerintah Filipina dan militan ISIS telah menewaskan sekitar 700 orang di kota Marawi selama lebih dari dua bulan ke belakang.

Para militan ini sudah menjajah berbagai titik di kota tersebut sejak 23 Mei,  sehingga Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengumumkan darurat militer di seluruh wilayah selatan Mindanao.

Jika diterima, program serangan drone ini akan menaruh Filipina di jajaran Pakistan, Yaman, Somalia, Afghanistan dan Libya, sebagai negara korban serangan drone AS sejak 11 September 2001.

Sebelumnya, AS telah mengerahkan sekitar 1.200 pasukan ke Mindanao pada tahun 2002 sebelum membatalkan program dan menarik sebagian besar pasukan pada tahun 2015.

Tahun lalu, Duterte meminta Washington menarik sisa pasukan mereka sebagai respon dari teguran Presiden Barack Obama terkait kasus narkoba di Manila. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL