pembom b-52Seoul, LiputanIslam.com — AS dan Korea Selatan (Korsel) tengah mempertimbangkan untuk mengirimkan pesawat-pesawat pembom strategis ke Korsel, di tengah ketegangan di Semenanjung Korea.

Kantor berita Iran Press TV melaporkan, Selasa (25/8), Kemenhan Korsel mengatakan dalam sebuah konperensi pers hari Senin bahwa pemerintah AS dan Korsel tengah mendiskusikan waktu yang tepat bagi pengiriman pesawat-pesawat tempur, namun tanpa menyebutkan jenisnya.

“Berdasarkan situasi krisis di Semenanjung Korea, pemerintah Korsel dan AS tengah mengkaji waktu yang tepat untuk menempatkan peralatan-peralatan militer strategis AS,” kata Jubir Kemenhan Korsel Kim Min-seok.

Sementara itu sejumlah sumber menyebutkan bahwa pengiriman itu termasuk pesawat-pesawat pembom strategis B-52 Stratofortress, yang dilengkapi dengan bom-bom penghancur bunker, serta sebuah kapal selam nuklir.

Kim menambahkan bahwa konsep awal Korsel dalam menghadapi provokasi Korut adalah langkah yang tegas untuk membuat musuh gentar. Ia mengatakan bahwa setiap serangan oleh Korut akan dibalas dengan serangan hebat.

“Kami akan berdiri dengan kesiapan perang yang kuat untuk menggentarkan provokasi Korut. Jika diprovokasi, kami akan bereaksi keras sehingga Korut akan menyesal,” kata Kim.

Sementara itu Russia Today juga melaporkan bahwa Korut telah mengerahkan pasukan khususnya ke perbatasan. Sejumlah laporan lain menyebutkan juga bahwa sejumlah kapal selam Korut telah meninggalkan basisnya untuk menjalani operasi militer yang tidak diketahui, kemungkinan sebagai persiapan untuk menghadapi perang.

Pada hari Senin (24/8) Korut mengerahkan 10 kapal amphibi pengangkut pasukan ke pangkalan AL yang berjarak 60 km dari perbatasan di Laut Kuning, demikian kantor berita Korsel, Yonhap, melaporkan.

Pada hari Minggu delegasi kedua Korea masih menggelar pertemuan di Desa Panmunjom yang berada di wilayah de-militerisasi di perbatasan. Namun belum diketahui hasil pertemuan ini.

Ketegangan kembali meningkat di Semenjung Korea selah pada tanggal 4 Agustus 2 orang personil pasukan perbatasan Korsel terluka akibat ranjau darat yang oleh Korsel dituduhkan sebagai tindakan Korut. Minggu lalu terjadi tembak-menembak di perbatasan setelah pasukan Korut menembaki pos perbatasan Korsel yang menyiarkan propaganda anti-Korut dengan menggunakan pengeras suara.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL