Tel Aviv, LiputanIslam.com—Penasehat Keamanan Presiden AS, Thomas Bossert, mengatakan bahwa AS berencana melakukan kerjasama dengan Israel dan negara lainnya untuk meningkatkan keamanan terhadap serangan cyber.

Bossert, yang juga bertugas dalam pemberantasan terorisme di pemerintahan Donald Trump, mengatakan pada Senin (26/6/17) bahwa pihak AS dan Israel akan bertemu pada minggu ini untuk mendiskusikan kerjasama anti-serangan cyber ini.

Menurut laporan dan Reuters, pihak AS yang akan melakukan pertemuan dengan Israel adalah dari Wakil Departemen Negara, Keamanan Nasional, dan  FBI.

“Pertemuan tingkat tinggi ini merepresentasikan langkah pertama untuk menguatkan hubungan bilateral [antar kedua negara] setelah  kunjungan Presiden Trump ke Israel,” ujar Bossert di konferensi keamanan cyber, Tel Aviv.

“Kecerdikan Israel dalam mengembangkan solusi-solusi akan memberikan inovasi bagi keamanan keamanan cyber yang bisa kita terapkan di Amerika. Keamanan sempurna mungkin tak akan dapat dicapai, namun kami bisa mencapai internet yang lebih aman.” tambahnya.

Dalam pernyataan lainnya, Bossert juga mengatakan bahwa AS akan lanjut mendukung Israel dalam semua isu keamanan di kawasan.

“Presiden Trump mengerti bahwa AS tidak bisa mengurangi dukungan kepada Israel,” ucapnya. “AS akan melanjutkan upaya bilateral [dengan Israel] seperti yang kami nikmati dengan Inggris Raya sekarang…”

Dalam konferensi pers ini, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengaku Israel telah mendapatkan belasan serangan cyber setiap bulan.

Padahal, AS dan Israel sendiri dikenal telah meluncurkan banyak serangan cyber terhadap negara lain, contohnya terhadap fasilitas nuklir Iran. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL