Washington, LiputanIslam.com—Presiden AS Donald Trump telah meminta pemberian sanksi lebih keras terhadap Korea Utara setelah negara pimpinan Kim Jong-un itu meluncurkan “proyektil tak dikenal” yang diduga merupakan misil balistik.

“Biarkan tindak provokasi terbaru ini menjadi seruan bagi semua negara untuk memberikan sanksi yang jauh lebih besar untuk Korea Utara,” demikian pernyataan Gedung Putih pada Minggu (14/05/2017).

Berdasarkan informasi dari Kepala Staf Gabungan Korea Selatan, Pyongyang telah meluncurkan rudal dari Provinsi Pyongan pada hari Minggu jam 5:27 pagi. Pasukan Komando Pasifik AS juga telah mengonfirmasi hal tersebut.

Setelah meluncur sejauh sekitar 700 kilometer (435 mil), rudal tersebut jatuh di Laut Jepang (Laut Timur) di sekitar Semenanjung Korea, Jepang, dan Rusia.

“[Rudal itu] jatuh sangat dekat dengan kawasan Rusia… Presiden tidak bisa membayangkan Rusia senang [atas serangan itu],” tambah pihak Gedung Putih.

Setelah serangan tersebut, Penasehat Keamanan Nasional AS, H.R. McMaster, dilaporkan berbicara dengan pejabat keamanan Korea Selatan, Kim Kwan-jin. Keduanya bersepakat untuk meningkatkan kerjasama dalam rangka  denuklirisasi Korut. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL