President Obama Delivers Statement On Situation In IraqWashington DC, LiputanIslam.com — Pemerintah AS mengumumkan rencana untuk menjerat praktik penggelapan pajak yang dilakukan perusahaan-perusahaan AS yang dikenal dengan istilah “inversion”.

Praktik ini dilakukan perusahaan AS dengan bergabung (merger) dengan perusahaan di luar negeri yang tarif pajaknya rendah dan telah menjadi praktik populer untuk menghindari pajak di AS.

Presiden Barack Obama mengatakan, langkah yang akan dilakukan departemen keuangan akan membuat praktik “inversion” tidak lagi menarik. Demikian laporan BBC News, Selasa (22/9) petang.

Di antara kesulitan yang bakal dihadapi oleh pelaku “inversion” adalah lebih sulitnya mereka mendapatkan uang yang diperolehnya dari transaksi di luar AS.

“Kami banyak melihat beberapa waktu terakhir, sejumlah besar perusahaan mengumumkan rencana untuk mengeksploitir kelemahan ini, mengabaikan bisnis yang bertanggungjawab dan membiarkan para pekerja membayar pajaknya sendiri, dan saya gembira bahwa Menkeu tengah mengeksploring langkah-langkah tambahan untuk menghentikan kecenderungan ini,” kata Presiden Obama dalam pernyataannya.

Satu cara “inversion” lainnya adalah menjadikan pemindahan kekayaan antara perusahaan induk di AS dan cabangnya di luar negeri sebagai hubungan hutang-piutang.

Dalam salah satu praktik “inversion” terakhir Burger King membeli perusahaan jaringan kedai kopi dan donat asal Kanada, Tim Hortons.

Dalam penjualan itu disepakati perusahaan baru akan memindahkan markas besarnya ke Ontario, Kanada, dimana tarif pajak di sana “hanya” sebesar 26,5%, jauh lebih rendah dari tarif di AS yang mencapai 35%.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL