Washington, LiputanIslam.com—Seorang mantan pejabat AS mengatakan bahwa pemerintah AS yang kini dipimpin oleh Donald Trump berencana mengadopsi sikap perang dengan mengembangkan lebih banyak senjata nuklir.

Menurutnya pula, negara-negara yang akan diserang dengan senjata ini adalah Rusia, Korea Utara, dan Cina.

Hal ini dikatakan oleh mantan asisten Presiden Barack Obama terkait kontrol senjata dan non profilerasi nuklir, Jon Wolfsthal.

Ia menuturkan, pemerintah Trump berusaha melonggarkan kendala penggunaan senjata nuklir dan mengembangkan hulu ledak nuklir dengan harga rendah untuk rudal Trident.

Menurut draft rencana pemerintah yang dibacanya, AS disebut ingin menggunakan versi modifikasi dari rudal kapal selam Trident D5 hanya dengan sebagian dari hulu ledak normalnya.

Rencana ini disiapkan oleh Pentagon berdasarkan instruksi dari Gedung Putih.

“Apa yang saya baca [di draft] adalah bahwa mereka mencoba mengirimkan pesan ancaman yang jelas kepada Rusia, Korea Utara, dan Cina,” ujar Wolfsthal seperti dikutip oleh The Guardian.

“Dan bahasa yang digunakan yang cukup bagus, sederhana, namun kuat yang memperjelas bahwa upaya apa pun oleh Rusia atau Korea Utara untuk menggunakan senjata nuklir akan mengakibatkan konsekuensi yang besar bagi mereka…” tambahnya.

Para ahli keamanan telah menyampaikan kekhawatiran atas kebijakan ini, bahwa mengembangkan lebih banyak senjata nuklir akan menambah kemungkinan perang nuklir. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*