joan riversNew York, LiputanIslam.com — Artis komedia terkenal AS, Joan Rivers, akhirnya meninggal dunia dalam usia 81 tahun, di New York, Kamis (4/9).

Sebelum meninggalnya, ia sempat mengungkapkan kekhawatirannya tentang operasi plastik yang banyak dilakukan untuk mem-“permak” wajahnya.

Rivers sudah harus mendapatkan alat bantuan pernafasan di rumah sakit Mount Sinai Hospital sejak mengalami “cardiac arrest”, yaitu berhentinya kontraksi jantung secara tiba-tiba, New York minggu lalu.

Ia mengalami gangguan itu hingga nafasnya berhenti, saat menjalani prosedur penyembuhan suara di sebuah klinik, Kamis (28/9).

Putrinya, Melissa, mengatakan Rivers meninggal dengan dikelilingi oleh keluarga dan teman-temannya.

Seperti dilaporkan BBC News, Sabtu (6/9), dalam setuah kicauan yang ditulisnya tahun 2010 lalu, ia mengatakan, “Dengan semua operasi plastik yang sudah saya lakukan, saya takut bahwa saat saya mati, Tuhan tidak mengakui saya!”

Bulan Juli lalu, ia mengundang kemarahan warga Palestina dan mendapatkan kecaman dari berbagai pihak yang bersimpati pada perjuangan rakyat Palestina.

Dalam sebuah wawancara dengan wartawan TMZ saat berlangsungnya serangan Israel di Gaza dan diberitahukan angka kematian warga Palestina mencapai angka 2.000, ia berteriak:

“Ya Tuhan! Katakan kepada orang-orang itu (Palestina) tentang Hiroshima!”

“Demi Tuhan. Jika Anda menyatakan perang, ya perang saja. Mereka yang memulainya (Palestina). Kami tidak perlu menghitung berapa yang mati. Kamu (Palestina) pantas untuk mati. Jangan berani mengatakan saya bersedih atas hal itu.”

“Mereka telah diberitahu untuk pergi, namun mereka tidak pergi. Kamu (Palestina) tidak keluar, kamu seorang idiot. Setidaknya mereka yang terbunuh itu adalah orang-orang ber-IQ rendah,” demikian kata wanita keturunan yahudi Eropa itu.

Tidak hanya itu, ia juga menuduh orang-orang Palestina sebagai “terroris”.

Namun setelah mendapatkan banyak kecaman, ia pun membantah semua kabar yang sudah sangat jelas tersebut.

“Saya tidak saja sedih, namun juga kecewa bahwa pernyataan saya tentang tragedi korban sipil telah diartikan di luar kontek,” tulisnya di akun resmi facebook-nya.

“Apa yang saya katakan dan saya dukung adalah, perang itu adalah neraka dan rakyat sipil yang tidak beruntung adalah korban dari konflik politik. Kita, Amerika Serikat, tentu mengerti ini setelah 69 tahun kemudian, kita masih merasa bersalah atas tragedi Hiroshima dan Nagasaki.”

“Media massa, seperti biasa, memutuskan untuk melaporkan sesuatu yang di luar kontek dan “inflammatory non sequitur” daripada menyampaikan hal yang akurat di balik pernyataan saya,” tulisnya.

Dalam usianya yang mencapai 80-an, Rivers masih eksis di dunia hiburan yang digelutinya sejak tahun 1960-an. Selain fisiknya yang prima, tentu saja adalah operasi wajahnya yang membuatnya tetap “awet muda”, yang membuatnya masih tetap eksis.

Dalam sebuah wawancara ia berkelekar telah melakukan 700 kali prosedur operasi wajah. Namun meski kemudian membantahnya melakukan operasi sebanyak itu, ia mengakui telah melakukan beberapa kali operasi plastik termasuk injeksi-injeksi botox, permak hidung dan mata dan lain-lain.

Namun di luar kariernya yang cemerlang, kehidupan rumah tangganya adalah tragedi baginya. Setelah perkawinan pertamanya hanya bertahan 6 bulan, perkawinan kedua berakhir tragis setelah suaminya yang telah menemaninya selama 20-an tahun, Edgar Rosenberg, bunuh diri tahun 1987.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL