chopter oneWashington, LiputanIslam.com — Inilah bentuk neoliberalisme sejati: menggunakan uang rakyat untuk mem-bailout bankir “nakal” mengongkosi pejabat “korup”. Pemerintah AS dikabarkan akan mengganti armada helikopter kepresidenan dengan armada baru dengan biaya mencapai $20 miliar, atau lebih dari Rp 200 triliun.

Sebagaimana dilaporkan The Daily Beast, Jumat (9/5), Dephan AS  telah menandatangani kontrak untuk pengadaan armada baru sebanyak 23 helikopter kepresidenan AS, dengan setiap helikopternya dianggarkan berharga $400 juta atau lebih dari Rp 4 triliun, atau lebih dari 4x harga pesawat kepresidenan Indonesia yang baru. Anggaran pengadaan helikopter tersebut mengalahkan anggaran pertahanan negara-negara Finlandia, Norwegia dan Swedia dijadikan satu.

Presiden pertama AS yang menggunakan helikopter untuk tugas resmi adalah Dwight Eisenhower. Dalam kondisi Perang Dingin dimana ancaman perang nuklir dengan Uni Sovyet sangat besar, memang dirasakan perlu adanya armada helikopter untuk mendukung tugas-tugas kepresidenan.

Skuadron helikopter marinir HMX-1 (The Knighthawks) dibentuk untuk mengoperasikan armada helikopter tersebut dengan menggunakan helikopter Sikorsky Sea King yang telah pensiun dari tugas kemiliteran sejak tahun 1990-an. Helikopter terbaru armada tersebut dibuat sekitar tahun 1975, atau 14 tahun setelah kelahiran Presiden Barack Obama.

Pada tahun 2002 pemerintah mengusulkana penggantian armada helikopter tersebut dengan helikopter-helikopter baru yang lebih modern. Pada tahun 2005 Dephan mengumumkan perusahaan Lockheed Martin (AS) AgustaWestland (Inggris-Perancis) memenangkan kontrak pengadaan 28 helikopter. Helikopter yang akan dibuat kedua perusahaan itu disebut VH-71 Kestrel.

Presiden Obama sendiri telah menyetujui helikopter tersebut. “Helikopter itu telah saya lihat dan sangat cocok dengan saya,” kata Obama.

Saat penandatanganan kontrak tersebut (2005) diperkirakan biayanya hanya $6.5 miliar, atau $232 juta per-helikopter, sudah termasuk biaya pengembangan. Namun dalam perjalanannya, biayanya ternyata membengkak karena adanya berbagai “penyesuaian”.

Helikopter kepresidenan memiliki berbagai persyaratan ketat, di antaranya cukup kecil untuk mendarat di landasan Gedung Putih, namun cukup kuat untuk mengangkut setidaknya 14 orang dan beberapa ton peralatan sejauh 300 mil. Helikopter juga harus anti-peluru.

Helikopter juga harus memiliki sistem pertahanan udara, seperti anti-rudal dan anti-ledakan elektromagnetik nuklir yang bisa merusak sistem elektronik. Selain itu halikopter juga harus memiliki sistem komunikasi super canggih. Dan tentu saja tingkat kenyamanan nomor satu, termasuk toilet.

Karena mahalnya, pada tahun 2009 program ini pun dibatalkan meski sebanyak $3 miliar telah hilang terpakai.

Adapun kontrak yang baru, sebagaimana dikabarkan the daily beast, dimenangkan oleh perusahaan pembuat helikopter pendahulu, Sikorsky. Dengan kontrak awal senilai $ 1.24 miliar, Sikorsky diwajibkan menyediakan 2 prototip helikopter sesuai kriteria berbasis helikopter Sikorsky S-92, pada tahun 2016. Sisanya, 21 helikopter menyusul kemudian.

Lalu mengapa dibutuhakan begitu banyak helikopter? Ternyata untuk setiap penerbangan helikoper kepresidenan, skuadron HMX-1 harus menerbangkan pula 5 helikopter “boneka” untuk mengecoh pihak-pihak yang mengincar Presiden. Selain itu untuk penerbangan yang jauh di luar provinsi, dibutuhkan juga peralatan penunjang yang super banyak.

Diharapkan armada baru helikopter kepresidenan itu akan beropeasi mulai tahun 2022, jauh setelah Barack Obama pensiun sebagai presiden.(ca/the daily beast)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL