metro argtentinaBuenos Aires, LiputanIslam.com — Transportasi publik di Argentina lumpuh akibat mogok kerja nasional terhadap kebijakan ekonomi Presiden Cristina Fernandez de Kirchner. Sebagian besar bus, kereta komuter dan jaringan metro di seluruh Argentina tidak beroperasi.

Mogok kerja 24 jam ini diserukan oleh serikat-serikat pekerja di tengah kegeraman publik akan inflasi yang tinggi, pajak serta gaji.

Pemerintah mengatakan aksi itu “anti demokrasi” karena berdampak buruk kepada mereka yang hendak pergi bekerja.

“Hak untuk mogok kerja dilindungi di konstitusi, tapi juga hak untuk bekerja,” kata Jorge Capitanich, menteri senior kabinet, dalam jumpa pers, kemarin (11/4).

Maskapai penerbangan terpaksa membatalkan semua jadwal mereka dan pelabuhan pun tampak senyap. Banyak toko yang tutup karena warga tidak bisa pergi bekerja. Beberapa di antaranya, seperti Rosana, harus berjalan kaki belasan kilometer untuk bekerja.

“Kolega-kolega saya tidak bisa ke kantor,” kata Rosana kepada kantor berita AP setelah berjalan kaki selama 70 menit.  “Anda tidak bisa sampai ke sana tanpa transportasi publik,” tambahnya.

Banyak pegawai sektor publik juga berpartisipasi dalam mogok kerja ini sehingga banyak kantor pelayanan publik dan sekolah-sekolah yang tutup.

Selain masalah ekonomi, Argentina juga mengalami masalah sosial yang sangat serius akibat tingginya tingkat kejahatan. Baru-baru ini pemerintah kota Buenor Aires mengumumkan keadaan darurat untuk mencegah tingginya kriminalitas. Kebijakan ini dipicu oleh banyaknya aksi main hakim sendiri masyarakat terhadap para pelaku kriminalitas yang semakin merajalela.(ca/detiknews/reuters)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL