Saudis blast Russian criticism of arming Syria rebels

Sumber foto: Al-Alam

Riyadh, LiputanIslam.com — Arab Saudi balik mengecam Rusia atas pernyataannya beberapa hari yang lalu yang memperingatkan Arab Saudi atas rencananya mempersenjatai kembali militan di Suriah. Arab Saudi juga menyalahkan dukungan Moskow untuk Damaskus dalam konflik yang sudah berlangsung selama tiga tahun.

Seorang juru bicara dari Arab Saudi mengatakan pada hari Jumat (28/2) bahwa pihak  kementerian luar negeri rezim al-Saud merasa heran dengan kritik Rusia terhadap Arab Saudi atas dukungannya kepada rakyat Suriah, seperti yang dilaporkan Saudi Press Agency dan dikutip oleh al-Alamnews.

Lebih lanjut, Arab Saudi juga menyalahkan posisi Rusia yang terus menerus mendukung Presiden Suriah Bashar al-Assad, terutama saat menggunakan hak vetonya di Dewan Keamanan PBB untuk menggagalkan ‘solusi damai’ atas krisis Suriah yang telah berlarut-larut dan merupakan krisis kemanusiaan yang paling serius di zaman ini.

Perkembangan terbaru ini merupakan reaksi dari pernyataan Rusia pada hari Selasa (25/2), yang mana Rusia memperingatkan Arab Saudi atas rencananya kembali memasok persenjataan kepada  pemberontak di Suriah. Menurut Rusia, langkah tersebut akan mengancam keamanan wilayah Timur Tengah dan sekitarnya.

Kementerian luar negeri Rusia lebih lanjut mengatakan pihaknya ‘sangat prihatin’ dengan laporan bahwa Arab Saudi berencana membeli senjata pada Pakistan untuk mempersenjatai militan Suriah dan menggunakan wilayah Yordania sebagai basis penyimpanan senjata.

“Jika senjata sensitif ini jatuh ke tangan ekstremis dan teroris yang telah membanjiri Suriah, ada kemungkinan besar bahwa pada akhirnya[senjata ini] akan melewati perbatasan. (Catatan redaktur: senjata yang dipesan dari Pakistan adalah jenis rudal bahu, yang daya jangkaunya panjang dan dikhwatirkan senjata ini malah jatuh melewati perbatasan Suriah, seperti yang telah pernah terjadi di bulan Januari, beberapa rudal nyasar sampai ke Lebanon hingga menewaskan enam orang).

AS, Arab Saudi dan bersama negara-negara Teluk lainnya merupakan dalang atas perang di Suriah yang telah menewaskan kurang lebih 130.000 jiwa dan jutaan rakyat Suriah lainnya terpaksa mengungsi. Secara terus menerus, mereka membiayai dan memasok militan asing ke Suriah untuk menggulingkan Presiden Suriah Bashar al-Assad. (LiputanIslam.com/AF)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL