Saudi-Arabia550

Sumber Foto: Al Monitor

Riyadh, LiputanIslam.com — Kemesraan Qatar dan Ikhwanul Muslimin merisaukan Arab Saudi dan berpotensi meretakkan hubungan antara negara-negara anggota Persian Gulf Cooperation Council (PGCC) dalam perdagangan petrodollar AS. Saudi mengancam akan mengisolasi Qatar dengan menutup perbatasan dan wilayah udara jika pemerintah Qatar tidak menghentikan dukungannya kepada Ikhwanul Muslimin seperti yang dilaporkan al-Alam News yang mengutip al-Arab, sebuah surat kabar yang memiliki hubungan dekat dengan para pengambil kebijakan di Arab Saudi.

Seorang pejabat  Arab Saudi dikatakan telah menyampaikan pesan yang mendesak dari pemerintah Saudi untuk Emir Qatar Sheikh Tamim Bin Hamad Al – Thani sekaligus ‘ancaman’ Riyadh – yang sedang  meninjau kembali hubungannya dengan Doha.

Negara-negara penghasil minyak di Timur Tengah yang setia kepada Amerika Serikat adalah kunci bagi dukungan kepada dolar AS sebagai pilihan  mata uang dalam perdagangan. Semua setuju untuk bertransaksi dalam bentuk dollar yang bertujuan untuk mempertahankan dollar AS sebagai mata uang dunia yang mendominasi dalam transaksi. Terdapat perjanjian tertulis  bahwa AS akan memberikan perlindungan militer sementara negara-negara  produsen minyak  yang tergabung di dalam PGCC akan membantu menjaga dollar AS tetap dipergunakan sebagai mata uang standar untuk semua transaksi. Namun Desember tahun kemarin Arab Saudi yang frustasi menunjukkan ketidaksenangannya dengan keputusan diplomatik dan militer AS di kawasan.

Keretakan antara Arab Saudi dan Qatar adalah isyarat lain dari adanya kerenggangan di aliansi petrodollar. (Catatan redaktur: Arab Saudi kecewa dengan kebijakan militer AS di Suriah, dan lebih kecewa lagi dengan keputusan diplomatik AS yang bersedia melakukan perundingan hingga tercapai kesepakatan dengan Iran terkait isu nuklir)

Dalam hal ini, Qatar telah melanggar pedoman PGCC pada poin ‘kebijakan dan posisi mendukung IM’, khususnya di Mesir. Harian al-Arab mengabarkan bahwa Arab Saudi yakin sikap Qatar tidak patuh dengan perjanjian yang telah ditandatangani pada pertemuan puncak di Riyadh dihadapan Emir Kuwait dua bulan yang lalu. Dalam perjanjian tersebut disepakati bahwa Qatar harus menghentikan berbagai aktivitas di wilayahnya yang merugikan KSA.

Bukan sebuah kebetulan jika laporan tentang ancaman Riyadh terhadap Doha berbarengan mencuat ke publik dengan ancaman dari militer Mesir yang diungkapkan oleh Menteri Luar Negeri Mesir Nabil Fahmy, yang mengatakan, ”Kami menolak sikap Qatar dalam bentuk apapun dan tidak boleh ada intervensi dalam urusan internal Mesir.”

Jika Saudi menutup perbatasan darat dengan Qatar, hal itu sama dengan mengendalikan Qatar secara menyeluruh. Qatar, negara kecil di Teluk Persia ini tidak memiliki akses ke wilayah lain di seluruh dunia kecuali melalui port Saudi. (LiputanIslam.com/AF)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL