Tepi Barat, LiputanIslam.com—Sebuah aplikasi ponsel baru-baru ini diluncurkan untuk membantu para pengendara mobil Palestina melewati rute-rute di kota dan desa untuk menghindari pos-pos pemeriksaan baru di Tepi Barat.

Diluncurkan pada bulan Juni lalu, aplikasi bernama Doroob Navigator ini karya Mohammad Abdel Haleem (39), CEO Doroob Technologies yang didanai oleh perusahaan software Ideal asal Ramallah.

“Kami harus mendesain peta sepenuhnya dari awal. Dinding pembatas, pos pemeriksaan, pemukiman … aplikasi pemetaan yang sudah ada tidak akan bisa menjelaskan kompleksitas ini,” kata Abdel Haleem.

Aplikasi ini telah diunduh oleh 22.000 pengguna hanya dalam dua bulan.

Seperti platform peta terkenal lain seperti Waze dan Google Maps, Doroob Navigator memungkinkan para pengguna untuk melaporkan masalah lalu lintas. Namun keunggulannya dibandingkan dua aplikasi lain adalah bahwa pengguna bisa melaporkan keberadaan pos pemeriksaan polisi dan militer Israel.

Sekitar tiga juta warga Palestina tinggal di Tepi Barat bersama dengan sekitar 450.000 pemukim Israel. Warga Israel pada umumnya diizinkan mengemudi tanpa batasan lewat “jalan pintas” yang dibangun untuk di luar pemukiman Palestina. Sebagian besar warga Palestina tidak bisa masuk dan melewati permukiman Israel.

“Kami membutuhkan aplikasi seperti ini yang membantu kami bergerak di Palestina,” kata Nicolas Harami (31), yang sering menggunakan aplikasi ini saat mengemudi dari rumahnya di Yerusalem Timur al-Quds ke Ramallah dan kota-kota Tepi Barat lainnya.

“Aplikasi lain tidak mengerti situasi kami,” tambahnya. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*