IMG_1913Manama, liputanislam.com – Aparat keamanan Bahrain kembali melakukan tindakan brutal dengan menembak mati seorang pemuda demonstran di bagian kepala. Penembakan terjadi di kota Markh, dan pemuda itu akhirnya meninggal hari Minggu lalu (26/1). Demikian laporan kantor berita ABNA kemarin.

Komunitas al-Wifaq Bahrain mengumumkan, Fadhil Abbas Muslim (19 tahun), akhirnya meninggal setelah ditembak di bagian kepalanya oleh aparat keamanan setelah sebelumnya diculik bersama seorang temannya pada tgl 18 Januari lalu.

Sumber-sumber resmi mengakui bahwa Fadhil dan temannya terluka. Namun mereka tak mengizinkan keluarga untuk menjenguk atau mengetahui kondisinya, hingga dia meninggal pada hari Minggu kemarin.

Dalam pernyataan Al-Wifaq, saat ditahan selama 18 hari, Fadhil disiksa pasukan rezim. Para kerabatnya dihalangi untuk menemuinya hingga mereka tak mengetahui keadaannya. Al-Wifaq menyampaikan bela sungkawa kepada keluarga Fadhilda dan seluruh rakyat Bahrain. Mereka juga minta agar warga revolusioner Bahrain turut serta dalam pemakaman pemuda syahid ini.

Hal yang sama juga disampaikan Gerakan Kebebasan dan Demokrasi Bahrain, Al-Haq. Gerakan ini menyebut Syaikh Hamad bin Isa Al Khalifa (raja Bahrain), Salman bin Khalifa Al Khalifa (perdana menteri), dan Salman bin Hamad Al Khalifa (putra mahkota) sebagai dalang utama semua tindak kejahatan di Bahrain.

Perlu disebutkan, dengan syahidnya Fadhil, jumlah syuhada Bahrain sejak revolusi yang dimulai di tahun 2011 lalu bertambah menjadi 118 orang. (ABNA)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL