j20Washington, LiputanIslam.com—Tiga dari 30 grup demonstran mendapatkan izin dari aparat pemerintahan untuk menggelar unjuk rasa di hari pelantikan Presiden terpilih Donald Trump. Demikian kata National Park Service (NPS), badan pertanahan federal AS pada Kamis (5/01/17).

Pengumuman dari NPS ini dikeluarkan beberapa jam setelah Partnership for Civil Justice Fund (PCJF), sebuah badan HAM sipil di Washington DC, mengancam akan menuntut NPS jika izin unjuk rasa tak juga dikeluarkan pada Jumat.

“Kami percaya ini adalah momen penting dalam kebebasan berbicara.” kata Mara Verheyden-Hilliard, Direktur Eksekutif PCJF dalam wawancara dengan reporter.

Panitia unjuk rasa menilai, akan ada kira-kira 900.000  orang yang mengikuti aksi ini pada 20 Januari mendatang.

Banyak demonstran yang berencana memprotes janji-janji kontroversial Trump, salah satunya rencana membangun dinding Meksiko dn mendeportasi imigran ilegal.

Kira-kira sejumlah 3.000 aparat polisi dan 7.000 tentara Garda Nasional dari luar Washington akan dikerahkan untuk menjaga keamanan. Demikian laporan dari Chris Geldart, direktur keamanan Columbia.

Saat Trump bersiap-siap menjabat sebagai presiden AS yang sah, masyarakat Amerika yang percaya dengan kemampuannya dalam menangani tanggung jawab besar kepresidenan di dalam negeri dan luar negeri ternyata masih di bawah 50%. Demikian hasil survey yang dikeluarkan Gallup. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL