hillary-clinton-donald-trumpWashington, LiputanIslam.com—Joe Lauria, seorang penulis dan jurnalis asal New York, menilai bahwa presiden terpilih Donald Trump tak butuh mempermalukan Clinton lebih jauh lagi karena kekalahannya di pemilu adalah sebuah hukuman tersendiri baginya.

Berbeda kontras dengan retorikanya selama kampanye, Trump mengatakan pada Selasa (22/11/16) bahwa ia tidak akan menuntut Hillary Clinton atas kasus emailnya dengan alasan bahwa mantan Menlu AS itu sudah “tersiksa dengan sangat parah.”

Ketika ditanyai oleh wartawan apakah ia sudah melakukan langkah tuntutan kepada Clinton, Trump menjawab, “Itu bukan sesuatu yang saya rasa bagus untuk dilakukan.”

Padahal, dalam salah satu debat presiden, Trump mengatakan kepada Clinton bahwa “kamu akan dipenjara” jika dia menjadi presiden.

Meskipun begitu, Lauria menilai bahwa itu adalah keputusan yang bagus karena sebuah tuntutan akan memerlukan sumber yang besar dan hanya akan menyebabkan distraksi untuk Trump.

“Itu akan menyedot banyak uang, itu akan menjadi distraksi,” kata Lauria. “Saya rasa keluarga Clinton sudah tersiksa parah karena kekalahannya itu menjatuhkan Partai Demokrat.” (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL