Washington, LiputanIslam.com—Pemerintah Presiden AS Donald Trump baru-baru ini menyatakan sikap yang berbanding terbalik terhadap Korea Utara, yaitu menyebut negara pimpinan Kim Jong-un itu masihlah “ancaman luar biasa” bagi Amerika.

Menurut analisis dari penulis dan analis politik asal AS, James Petras, sikap itu kemungkinan menunjukkan terjadi kekacauan yang besar di dalam pemerintah Amerika.

Trump mengumumkan bahwa Korut adalah “ancaman luar biasa” kepada keamanan nasional AS dan layak dijatuhi sanksi lanjutan selama setahun ke depan. Padahal, baru pada awal bulan ini Trump dan Kim melakukan pertemuan “damai” di Singapura.

Sikap baru ini akan membuat Korut mendapatkan sanksi yang sudah dijatuhkan selama sepuluh tahun lalu oleh Presiden George W. Bush.

Korut juga akan dilarang menjual atau menggunakan aset apapun yang berada di AS.

“Kebijakan-kebijakan Trump sangat kontradiktif. Pada awalnya Trump memuji Korea Utara, bertemu dengan mereka, dan mengatakan bahwa progres [damai] sudah membaik, lalu kemudian dia berbalik dan menyatakan bahwa mereka [Korut] adalah ancaman besar…,” kata Professor Petras.

“Jadi, ada sejumlah penjelasan untuk hal ini. Satu, bahwa dia [Trump] adalah seorang depresif yang gila. Beberapa psikolog politik pernah menganalisa bahwa Trump adalah orang yang sangat tidak bisa diprediksi dan bergerak dengan hasrat-hasrat yang tak bisa dikontrol,” jelasnya.

“Kedua, bahwa penawaran [damai]-nya dengan Korut dimotivasi oleh keinginan untuk memperbaiki citra di depan publik, karena dia telah dicela karena merusak perjanjian dengan Iran dan menciptakan konflik dagang dengan Eropa dan Cina. Dan dia butuh memenangi opini publik dan ia pun membuat sandiwara memperbaiki perdamaian dengan Korut. Tak lama kemudian dia berbalik sikap ketika pulang ke AS dan bertemu dengan rekan ultra-neokonservatif nya di kabinet,” paparnya.

Sementara, kemungkinan kedua, menurut Jetras, adalah karena terjadi kekacauan di pemerintah AS.

“Mereka memulai permusuhan dengan Iran. Mereka berbalik dan melihat konflik dengan Korea. Lalu mereka memulai perang dagang dengan Cina. Jadi terdapat berbagai kekuatan di dalam pemerintah AS yang menarik satu sama lain ke arah yang berlawanan, dan Trump memantul seperti yoyo dari satu penasihan kabinet ke penasihat lain, benar-benar tidak bisa diandalkan atas apapun yang ia katakan dari satu hari ke hari lainnya,” ujarnya. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*