amerika marie harfGenewa, LiputanIslam.com – Juru Bicara Departemen Luar Negeri (Deplu) Amerika Serikat (AS), Mary Harf, Senin (0/6/2014) mengatakan bahwa delegasi Iran dan delegasi AS di hari pertama pertemuannya di Genewa, Swiss, telah mengadakan pertemuan langsung selama lebih dari lima jam mengenai isu nuklir Iran.

Dia menyebutkan kedua pihak telah mendiskusikan “berbagai persoalan” mengenai negosiasi nuklir yang kian mendekati tenggat waktu tanggal 20 Juli mendatang untuk perjanjian komprehensif jangka panjang.

“Kami kira, kami telah menghasilkan kemajuan selama beberapa putaran. Namun sebagaimana pernah kami katakan, kami tidak menemukan hasil yang memadai pada putaran terbaru. Terus terang, kami tidak melihat adanya realisme yang memadai di atas meja,” kata Harf.

Pertemuan Iran-AS ini bertujuan mengantisipasi kemungkinan terjadinya kebuntuan pada perundingan Iran dengan lima negara anggota tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) plus Jerman atau “Kelompok 5+1” yang akan diselenggarakan di Wina, Austria, pekan depan.

“Ini merupakan putaran konsultasi untuk membicarakan berbagai isu dan bertukar pandangan mengenai perundingan mendatang di Wina,” ujar Harf.

“Kita tahu kita tidak memiliki banyak waktu. Inilah sebab mengapa kami mengatakan bahwa diplomasi akan berjalan intensif. Orang-orang harus membuat pilihan sulit, tapi kami sangat fokus pada tenggat waktu 20 Juli,” imbuh Harf.

Harf juga menyebutkan bahwa pihaknya selalu menginformasikan masalah perkembangan isu nuklir Iran kepada para sekutunya di Timur Tengah.

“Kami selalu selalu memberitahu sekutunya kami di Timur Tengah, Israel dan negara-negara Dewan Kerjasama Teluk (PGC), dan berdiskusi dengan mereka mengenai isu nuklir Iran,” katanya.

Selain dengan AS, selama pekan ini Iran juga akan mengadakan pertemuan bilateral langsung dengan delegasi Rusia dan Perancis.
November tahun lalu Iran dan Kelompok 5+1 meneken perjanjian sementara di Genewa. Sesuai perjanjian ini kelompok tersebut sepakat memberikan beberapa bantuan terkait sanksi Iran sebagai imbalan atas kesediaan Teheran membatasi beberapa aspek aktivitas nuklirnya selama periode enam bulan. Perjanjian ini mulai berlaku sejak 20 Januari. (mm/presstv/fna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL